Sidoarjo Perkuat Layanan Ibu-Bayi, Tekan Kematian dan Stunting

oleh -242 Dilihat
Oleh
Tama
Reporter

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan bayi melalui pendekatan Respectful Maternity and Newborn Care (RMNC). Upaya ini menjadi bagian dari Program SIDO SIMPATI untuk menekan angka kematian ibu, bayi, serta stunting.

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Sidoarjo bersama Yayasan Project HOPE di Hotel Aston Sidoarjo, Jumat (10/4/2026), menekankan pentingnya layanan kesehatan yang tidak hanya aman secara medis, tetapi juga menghormati hak dan kenyamanan ibu serta bayi sejak masa kehamilan hingga perawatan pasca persalinan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan peningkatan layanan ibu dan anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan RMNC, kata dia, mendorong pelayanan yang lebih humanis dan bermartabat, terutama di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

“Pelayanan harus berkualitas sekaligus menghormati ibu dan bayi. Ini butuh dukungan semua pihak,” ujarnya.

Program ini melibatkan berbagai organisasi profesi, seperti POGI, IDAI, dan IBI, serta mendapat dukungan dari Project HOPE dan Kimberly-Clark. Kolaborasi ini difokuskan pada pendampingan layanan kesehatan ibu dan bayi di masyarakat.

Selain itu, optimalisasi penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi kunci deteksi dini risiko kehamilan dan peningkatan kualitas layanan antenatal care (ANC). Program SIDO SIMPATI sendiri dirancang sebagai kolaborasi tenaga spesialis dan profesi untuk memperkuat perlindungan kesehatan ibu dan anak.

Di tingkat layanan dasar, Puskesmas Gedangan turut memperkuat implementasi program tersebut. Kepala Puskesmas Gedangan, dr. B. Irawatyratna, menyebut peningkatan dilakukan melalui penguatan fasilitas, pelatihan tenaga bidan, hingga pemanfaatan teknologi pencatatan kesehatan.

Selain itu, sistem rujukan juga diperkuat melalui kerja sama dengan dokter spesialis kandungan dan dokter anak.

Baca Juga :  Meteran Hibah Ditagih Rp1,2 Juta, Warga Kalitengah Sidoarjo Protes ke PDAM

“Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan layanan ibu dan anak secara terpadu,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sidoarjo Fenny Apridawati menegaskan penguatan layanan ibu dan anak menjadi langkah strategis untuk menekan angka kematian serta stunting, sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan manusia.

Pada 2025, Sidoarjo tercatat meraih peringkat ketiga pembangunan kesehatan terbaik di Jawa Timur. Capaian ini, kata dia, akan terus diperkuat melalui peningkatan layanan dasar, termasuk pendampingan dokter spesialis di puskesmas.

Penguatan layanan ini diharapkan mampu menjaga tren penurunan angka kematian ibu dan bayi di Sidoarjo secara berkelanjutan. (TAM) 

No More Posts Available.

No more pages to load.