El Nino Menguat, BMKG Wanti-wanti Kekeringan dan Karhutla

oleh -303 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: dok/Istimewa)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada semester kedua 2026. Risiko ini seiring indikasi penguatan fenomena El Nino yang dapat memperparah musim kemarau.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, musim kemarau tahun ini berpotensi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dengan kondisi lebih kering dari normal.

“Jika kemarau terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Saat ini, fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral. Namun, BMKG mencatat adanya kecenderungan menuju fase El Nino yang perlu diwaspadai.

ENSO sendiri merupakan fenomena iklim global yang memengaruhi suhu permukaan laut dan tekanan udara di Samudra Pasifik. Dalam fase El Nino, curah hujan di Indonesia umumnya menurun sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla.

Data BMKG menunjukkan jumlah titik panas (hotspot) hingga awal April 2026 mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Potensi kebakaran diperkirakan mulai meningkat pada Juni di wilayah Riau, lalu meluas ke Jambi dan Sumatera Selatan. Pada Juli hingga Agustus, risiko serupa diprediksi menjangkau Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk menjaga kelembapan lahan, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar.

“Ketika muka air tanah turun, dilakukan pembasahan untuk mencegah lahan mudah terbakar,” kata Faisal.

BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Dengan tren iklim yang cenderung lebih kering, upaya pencegahan dini dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran dan krisis air di berbagai wilayah. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.