KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam upaya penanganan persoalan sanitasi dan kesehatan lingkungan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penerjunan 82 mahasiswa dalam program Praktik Kerja Komunitas (PKK) yang berlangsung mulai 6 hingga 25 April 2026.
Para mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, beserta jajaran.
Selama pelaksanaan PKK, para mahasiswa akan melakukan pendampingan serta edukasi kepada masyarakat terkait sanitasi, akses air bersih, dan kesehatan lingkungan di sejumlah wilayah. Program ini menjadi bagian dari sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan nyata di lapangan.
Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut dan berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes yang telah bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi. Kami berharap kehadiran mahasiswa ini dapat membantu mengatasi persoalan kesehatan lingkungan di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor sanitasi masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama. Berdasarkan data, masih terdapat rumah tangga yang belum memiliki akses air minum layak maupun sanitasi yang aman.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Kolaborasi seperti ini penting untuk mempercepat peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, menjelaskan bahwa program PKK tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Tahun ini kami menerjunkan 82 mahasiswa D3. Ke depan, jumlahnya akan ditambah dan cakupan wilayah diperluas agar manfaatnya semakin besar,” ujarnya.
Luthfi juga mengungkapkan rencana pengembangan program studi di Banyuwangi guna memperluas akses pendidikan kesehatan bagi masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.(zul)




