Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar (kiri) bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kanan) lakukan sinergi Perkuat Keagamaan dan Sosial Kemenag Jatim (Foto: Humas Kemenag Jatim)
KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan keagamaan dan sosial yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dihadiri Ipuk Fiestiandani, Kamis (9/4) malam, dalam rangkaian Rapat Kerja Pimpinan.
Kakanwil menyebut Kementerian Agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah daerah, khususnya dalam pelayanan keagamaan dan pembinaan masyarakat.
“Sinergi yang telah terbangun selama ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan, terutama di bidang keagamaan dan pelayanan publik,” ujar Akhmad Sruji Bahtiar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4).
Ia menjelaskan, kolaborasi antara Kanwil Kemenag Jatim dan Pemkab Banyuwangi telah memberikan dampak positif, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan, ketahanan keluarga, serta kehidupan sosial masyarakat. Ia juga mengapresiasi komitmen Bupati Banyuwangi dalam mendorong pola pembangunan yang kolaboratif.
“Kehadiran Ibu Bupati di tengah padatnya agenda menjadi bentuk nyata dukungan terhadap penguatan sinergi yang selama ini terjalin,” ucapnya.
Akhmad Sruji Bahtiar berharap kerja sama tersebut dapat terus diperkuat dan menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD, untuk menjaga kolaborasi dan mendukung pembangunan daerah secara kolektif.
Selain itu, ia menegaskan peran strategis satuan kerja Kementerian Agama, mulai dari madrasah hingga Kantor Urusan Agama (KUA), dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut Kementerian Agama sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan karakter dan spiritual masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan nilai keagamaan dan ketahanan keluarga,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kemenag dalam berbagai program pembangunan di Banyuwangi, termasuk di bidang pendidikan dan pembinaan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan peluncuran buku karya Akhmad Sruji Bahtiar berjudul “Suluk Pelangi Hati”, yang diluncurkan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi. Acara ini juga dihadiri para pejabat administrator Kanwil Kemenag Jawa Timur.(zul)




