Jelang Arema vs Persebaya, Polisi dan Klub Sepakat Tekan Provokasi

oleh -325 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Selain pengamanan, Polda Jatim juga meminta kedua kubu seporter bisa menahan diri dan emosi jelang laga serta selama pertanidngan. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Surabaya – laga panas Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya mulai dimatangkan. Pertandingan pekan ke-30 Super League 2025/2026 itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 28 April 2026.

Sejumlah pihak langsung bergerak menyusun strategi pengamanan. Dalam pertemuan di Polda Jawa Timur, Rabu (1/4) kemarin, manajemen kedua klub, panitia pelaksana, dan kepolisian menyepakati langkah antisipasi demi menjaga pertandingan tetap aman dan kondusif.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan, laga ini harus menjadi tontonan yang aman, bukan ajang konflik.
“Pertandingan harus menarik dan aman, bukan penuh ketegangan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/4/2026).

Ia mengingatkan rivalitas tetap dijaga dalam batas sportivitas.

Polda Jatim ingin kedua tim Persebaya dan Arema bisa menjaga serta mengindari provokasi jelang derbi jatim 28 mendatang. (Foto: Istimewa)

Salah satu fokus utama adalah potensi provokasi, terutama di media sosial. Informasi yang tidak terverifikasi dinilai kerap memicu ketegangan di lapangan.

Karena itu, seluruh pihak sepakat meningkatkan pengawasan sekaligus edukasi kepada suporter.

Manajemen Persebaya menegaskan komitmennya untuk mengingatkan pendukung agar tidak mudah terpengaruh isu provokatif.

“Kami terus mengingatkan suporter agar tidak terpengaruh provokasi, khususnya di media sosial,” ujar perwakilan klub.

Dari kubu Aremania, komitmen serupa juga disampaikan. Suporter tuan rumah menyatakan siap menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.

“Tidak ada toleransi bagi pelanggaran hukum,” kata perwakilan Aremania, Ali Rifki.

Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Erwin Hardiyono, menekankan pentingnya pendekatan preventif melalui edukasi suporter. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci untuk menjaga kenyamanan pertandingan.

Selain aspek keamanan, laga ini juga membawa beban psikologis tersendiri. Derby Jatim diharapkan menjadi momentum membangun kembali kepercayaan publik terhadap sepak bola di Jawa Timur, khususnya setelah tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga :  Barcelona Telan Kekalahan Ketiga di Liga Spanyol

Derby Jatim kali ini bukan sekadar soal rivalitas di lapangan. Lebih dari itu, laga Arema FC kontra Persebaya menjadi ujian bersama—apakah sepak bola bisa kembali menjadi hiburan yang aman, tertib, dan bermartabat.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.