Pemugaran Sisi Barat Grahadi Dimulai, Tampilkan Struktur Asli 1810

oleh -413 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Pemugaran sisi barat Gedung Grahadi pasca demo rusuh tahun lalu menunjukkan wajah asli 1810. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemugaran sayap barat Gedung Negara Grahadi resmi dimulai. Proyek pelestarian cagar budaya ini tak sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga mengungkap struktur asli Grahadi yang dibangun sejak 1810.

Groundbreaking dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (1/4/2026). Salah satu konsep utama dalam pemugaran ini adalah menampilkan elevasi asli bangunan yang selama ini tertutup perubahan zaman.

Tim melakukan ekskavasi lantai dan menemukan adanya kenaikan elevasi sekitar 50 sentimeter sejak awal pembangunan.

“Perubahan elevasi itu akan ditampilkan dengan lantai kaca agar masyarakat bisa melihat langsung sejarah konstruksi bangunan,” ujar Khofifah.

Konsep ini disebut masih jarang diterapkan di Indonesia dan diharapkan menjadi media edukasi sejarah sekaligus teknologi konstruksi masa lalu.

Pemugaran dilakukan dengan pendekatan konservasi ketat. Material yang digunakan disesuaikan dengan karakter bangunan lama, termasuk plester berbasis kapur agar dinding tetap “bernapas”.

Penggunaan semen modern dihindari karena berpotensi merusak struktur lama akibat perbedaan sifat material.

Sejumlah bahan bahkan harus didatangkan dari luar negeri, termasuk dari Jerman, karena belum tersedia di dalam negeri dengan spesifikasi serupa.

Di sisi lain, struktur bangunan tetap diperkuat dengan teknologi modern. Rangka atap kayu akan diganti baja ringan untuk mengurangi beban, tanpa mengubah tampilan asli.

“Yang tidak terlihat boleh menggunakan teknologi baru, tetapi visual bangunan harus tetap sama,” tegas Khofifah.

Pemugaran juga mencakup penggunaan lantai marmer yang disesuaikan dengan desain awal Grahadi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, menyebut proyek ini memiliki nilai kontrak Rp12,76 miliar dari APBD Jatim.

Pekerjaan ditargetkan rampung dalam 210 hari, mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026.

Baca Juga :  TTL Catat Pertumbuhan Petikemas 12,3 Persen, Arus Internasional Melonjak 91 Persen

Sebelum konstruksi dimulai, rangkaian kajian telah dilakukan sejak 2025, termasuk pengamanan pascakebakaran, pemilahan material, hingga studi teknis bersama tim ahli.

Kajian melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Pemkot Surabaya, Balai Pelestarian Kebudayaan, hingga Ikatan Arsitek Indonesia.

Bangunan sayap barat Grahadi sendiri telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sehingga seluruh proses pemugaran wajib mengikuti rekomendasi tim ahli.

Khofifah menegaskan, proyek ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Ini bukan sekadar renovasi, tapi upaya menjaga sejarah agar bisa dipelajari generasi mendatang,” pungkasnya.(FRI/za)

No More Posts Available.

No more pages to load.