KILASJATIM.COM, Bondowoso – Semangat membangun daerah secara kolektif menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Bondowoso Memanggil yang digelar Jumat (27/3/2026). Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa kemajuan daerah hanya bisa dicapai melalui keterlibatan semua pihak dengan arah yang jelas dan terukur.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pembangunan tidak cukup dilakukan secara sektoral atau berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan pendekatan menyeluruh yang mampu mengakomodasi berbagai kepentingan sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Menurutnya, kehadiran berbagai komunitas dalam forum tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian publik terhadap kondisi Bondowoso. Ia menilai masyarakat kini semakin memahami tantangan yang dihadapi daerah, termasuk persoalan geografis hingga kebutuhan infrastruktur dasar seperti irigasi.
“Partisipasi ini menjadi energi positif. Artinya, masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga ingin terlibat dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Fathur Rozi menambahkan, visi besar Bondowoso BERKAH tidak akan terwujud tanpa adanya komitmen bersama. Ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya, untuk berjalan dalam satu irama dan tujuan.
“Tidak bisa kita bergerak sendiri. Harus ada kekompakan dan kesamaan arah agar hasilnya benar-benar terasa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap langkah pembangunan harus memiliki tujuan yang jelas. Tanpa perencanaan yang terarah, program yang dijalankan berpotensi tidak efektif. Karena itu, ia mendorong penerapan prinsip SMART—spesifik, terukur, realistis, relevan, dan berbatas waktu—dalam setiap kebijakan dan program pembangunan.
Selain itu, ia menyinggung karakteristik wilayah Bondowoso yang seluruhnya berupa daratan tanpa wilayah laut. Berdasarkan data BPS, wilayah ini didominasi oleh pegunungan dan perbukitan, disusul dataran tinggi dan wilayah yang lebih rendah.
Meski demikian, ia melihat kondisi tersebut justru menyimpan peluang tersendiri. Salah satunya adalah potensi ekonomi dari sektor perdagangan, termasuk keberadaan pasar ikan yang cukup besar meskipun tidak memiliki wilayah laut.
“Ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang. Justru di situ ada peluang yang harus kita optimalkan,” ungkapnya.
Dengan luas wilayah sekitar 1.554,9 kilometer persegi, Bondowoso dinilai memiliki potensi besar yang harus dikelola dengan perencanaan matang dan kolaborasi yang kuat.
Melalui forum FGD ini, pemerintah daerah berharap dapat menghimpun berbagai gagasan strategis untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Fokus kita tetap satu, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu yang harus menjadi tujuan bersama,” pungkasnya.(wan)




