Bupati Bondowoso Tekankan Sinergi Pusat-Daerah pada Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026

oleh -395 Dilihat

KILASJATTIM.COM, Bondowoso – Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 di Kabupaten Bondowoso berlangsung khidmat dan sarat makna. Momentum ini dimanfaatkan sebagai refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam membangun daerah yang mandiri, responsif, dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci utama dalam mewujudkan pembangunan nasional yang optimal. Menurutnya, otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan, melainkan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengelola potensi lokal secara maksimal.

“Kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi hingga insan pers, menjadi fondasi penting dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita,” peringatan tahun ini menitikberatkan pada pentingnya kemandirian daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Bupati menilai, keberhasilan mewujudkan cita-cita tersebut sangat ditentukan oleh kuatnya koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah.

Ia juga mengingatkan bahwa kesatuan visi dan arah kebijakan, sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto, menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan menuju Indonesia Emas. Karena itu, harmonisasi antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah harus terus diperkuat.

Bupati Abdul Hamid Wahid turut menyoroti sejumlah isu strategis yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Di antaranya adalah peningkatan kemandirian fiskal daerah yang masih bergantung pada transfer pusat, perlunya penguatan kolaborasi antar daerah, hingga penanganan persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah yang belum optimal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya percepatan reformasi birokrasi melalui digitalisasi pelayanan publik serta pemerataan pembangunan guna mengurangi kesenjangan antar wilayah. Stabilitas daerah juga menjadi perhatian penting di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Baca Juga :  Dana Desa di Bondowoso Turun Drastis di 2026, Setiap Desa Hanya Kantongi Rp200-300 Juta

“Pemerintah daerah tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga mitra strategis dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal. Tujuannya jelas, yakni menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Bondowoso terus mendorong peningkatan kapasitas daerah melalui penguatan sumber daya manusia aparatur, optimalisasi pendapatan asli daerah, serta pembenahan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Bupati menyampaikan harapan agar semangat otonomi daerah terus menjadi motor penggerak dalam menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Selamat Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026. Semoga semangat ini terus menguatkan langkah kita dalam membangun Bondowoso yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.