KILASJATIM.COM, Surabaya – Forum Wartawan (Forwan) Surabaya menyalurkan bantuan sosial ke Panti Werda Hargodadali, Rabu (4/3/2026) sore, di momentum Ramadan 1447 Hijriah. Bantuan diberikan kepada sekitar 30 lansia yang tinggal dan bergantung pada pengelolaan panti.
Dalam kegiatan tersebut, Forwan menyerahkan uang tunai Rp5 juta, 60 kilogram beras, paket biskuit, serta kebutuhan operasional senilai Rp2 juta.
Ketua pelaksana kegiatan, Indra Setiawan, mengatakan Ramadan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan seperti lansia.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka. Kami ingin para orang tua di sini tetap merasakan perhatian,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya 2024 yang dirilis awal 2025, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas di Surabaya mencapai 363.282 jiwa. Rinciannya, usia 60–64 tahun sebanyak 131.626 jiwa, 65–69 tahun 100.586 jiwa, 70–74 tahun 64.973 jiwa, dan 75 tahun ke atas 66.097 jiwa. Angka tersebut menunjukkan isu kesejahteraan lansia menjadi tantangan sosial yang kian besar.
Ketua Yayasan Panti Werda Hargodadali, Endang Sinar Giyanti, menyebut perhatian sosial memiliki dampak besar bagi penghuni panti.
“Yang membuat mereka bahagia adalah perhatian. Disapa dan didengarkan saja sudah menjadi kebahagiaan,” katanya.
Di panti tersebut, para lansia menjalani aktivitas rutin seperti senam pagi, penyuluhan kesehatan, dan pembinaan rohani sesuai keyakinan masing-masing. Penghuni berasal dari beragam latar belakang agama dan hidup berdampingan dalam suasana kekeluargaan.
Salah satu penghuni, Titik, mengaku memilih tinggal di panti agar tidak membebani keluarga. Ia sempat tinggal di panti pada 2016–2018, kembali pada 2022 setelah tertunda pandemi.
“Saya tidak mau memberatkan anak. Di sini ada kebersamaan,” ujarnya singkat.
Bagi Forwan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial Ramadan. Dengan jumlah lansia yang terus meningkat, dukungan sosial dan perhatian dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan mereka tetap hidup dengan martabat dan rasa dihargai.(FRI)

