Serapan Tembus 200 Ribu Ton, Kinerja Pengadaan Bulog Jatim Melonjak di Februari 2026

oleh -581 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Perum Bulog Kanwil Jawa Timur terus mengintensifkan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani meski belum memasuki puncak panen raya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah sentra produksi.

Penyerapan GKP oleh Perum Bulog Kanwil Jawa Timur dilakukan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan memastikan harga gabah tetap stabil di tingkat petani, sekaligus menopang stabilisasi harga pangan nasional.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu, menyampaikan bahwa hingga 28 Februari 2026, serapan GKP telah mencapai 379.582 ton atau setara dengan 200.000 ton beras. Capaian tersebut dinilai sangat signifikan karena melampaui realisasi serapan selama satu tahun penuh pada periode 2022 hingga 2024.

“Capaian 200.000 ton setara beras ini juga di atas capaian pada tanggal yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 52.409 ton setara beras atau empat kali lipat dari tahun sebelumnya. Artinya, 2026 kita sudah start lebih baik,” ujar Langgeng.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesiapan menyeluruh sejak awal tahun. Mulai dari kesiapan Tim Jemput Pangan (TJG), ketersediaan anggaran belanja GKP, hingga koordinasi yang kuat dengan TNI, Polri, serta para penyuluh pertanian di lapangan.

Bulog juga telah menyiapkan mitra maklon untuk mengolah GKP petani agar proses penyerapan berjalan optimal. Sejak awal tahun, koordinasi intens dilakukan dengan berbagai dinas serta pemantauan langsung ke titik-titik panen.

Selain itu, Bulog membuka jalur informasi seluas-luasnya bagi petani maupun pemangku kepentingan daerah untuk melaporkan lokasi panen. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui Babinsa atau penyuluh pertanian agar tim Bulog dapat segera turun ke lapangan dan melakukan pembelian sesuai HPP Rp6.500 per kilogram.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2023 Dimulai pada Senin 24 April

Memasuki puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung pada Maret hingga Mei 2026, Bulog Jatim optimistis mampu mencapai target serapan sebesar 883 ribu ton setara beras sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, petani asal Jombang, Sandya Evi Yulianto, mengaku hasil panennya saat ini diserap Bulog sesuai harga HPP. Dengan luas lahan dua hektare dan produktivitas sekitar enam hingga tujuh ton per hektare, ia menilai harga tersebut sangat membantu menjaga pendapatan petani di tengah meningkatnya biaya produksi.

Selain fokus pada penyerapan gabah, Bulog Jatim juga memperkuat perannya sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Hingga akhir Februari 2026, Bulog Jatim telah mengirimkan 70.000 ton beras ke sembilan provinsi lain, dan jumlah ini dipastikan terus bertambah sesuai kebutuhan daerah.

Bulog juga mendapat penugasan baru dalam distribusi Minyak Kita. Hingga 28 Februari 2026, sebanyak 6,2 juta liter telah disalurkan dari total pasokan 8,7 juta liter kepada 2.350 pedagang pasar, KDMP, dan RPK di 160 pasar.

Langgeng menambahkan, program beras SPHP yang sebelumnya berakhir pada Februari kini dilanjutkan kembali mulai Maret 2026. Dengan demikian, pasokan beras selama Ramadan hingga menjelang Lebaran diharapkan tetap terjaga di pasar maupun outlet distribusi lainnya.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.