Pemprov Jatim Percepat Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso, Wagub Emil: Ditarget Rampung Delapan Bulan

oleh -924 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat merespons ambrolnya Jembatan Sentong Nangkaan, Kabupaten Bondowoso. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung ke lokasi untuk memastikan langkah penanganan berjalan terukur sekaligus memberi penjelasan kepada masyarakat terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Emil menegaskan bahwa Pemprov Jatim telah menyiapkan pembangunan ulang jembatan dengan spesifikasi yang jauh lebih kuat dan modern. Jembatan baru nantinya akan menggunakan konstruksi balok girder serta diperlebar dari sembilan meter menjadi empat belas meter guna menyesuaikan kebutuhan lalu lintas ke depan.

“Perencanaan sebenarnya sudah disusun sebelumnya karena kondisi jembatan memang sudah rapuh. Usianya diperkirakan lebih dari satu abad. Kejadian ini justru menguatkan bahwa pembangunan ulang adalah kebutuhan mendesak,” ujar Emil. Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, dengan perencanaan yang telah tersedia, pemerintah kini tinggal mempercepat proses administratif berupa penandatanganan kontrak dan pelaksanaan lelang. Target pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan.

Meski dikebut, Emil memastikan aspek mutu dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, pembangunan jembatan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa hingga mengorbankan kualitas konstruksi. “Presisi dan standar teknis harus dijaga. Kita ingin jembatan ini kokoh dan bertahan puluhan bahkan hingga seratus tahun ke depan,” tegasnya.

Atas amanah Gubernur Jawa Timur, Emil bersama Bupati Bondowoso juga menemui warga sekitar untuk menyampaikan secara langsung bahwa jembatan tersebut tidak lagi dapat dilalui. Pemerintah memutuskan penutupan total demi keselamatan.

Sejumlah warga sempat mengusulkan pembangunan jembatan darurat dari bambu di sisi lokasi. Namun, Emil menilai langkah tersebut berisiko tinggi. Selain faktor keamanan, proyek pelebaran jembatan akan berdampak pada area sekitar, termasuk proses penggalian yang tidak memungkinkan dilalui, bahkan oleh pejalan kaki.

Baca Juga :  Peringatan HKN, Khofifah: Kesehatan adalah Modal untuk Jatim Bangkit Lebih Kuat dan Hebat

“Kami memahami ini menimbulkan kesulitan sementara. Tapi keselamatan harus diutamakan,” katanya.

Semula, pekerjaan direncanakan dimulai pada April dengan asumsi jembatan masih dapat digunakan hingga waktu tersebut. Namun karena kondisi mengharuskan penutupan lebih cepat, Pemprov kini mempercepat proses agar pelaksanaan bisa dimulai pada bulan Ramadan.

Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan ulang mencapai Rp17,5 miliar. Emil berharap proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menjadi aset infrastruktur kebanggaan masyarakat Bondowoso untuk jangka panjang.

Sebagai solusi sementara, masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui jalan kabupaten. Pemerintah daerah mengakui terdapat sejumlah kerusakan di ruas tersebut. Karena itu, selain pembangunan jembatan, perbaikan jalan alternatif juga menjadi prioritas.

Bupati Bondowoso telah berkomitmen menangani lubang dan kerusakan agar akses tetap aman dilalui. Pemprov Jatim turut memberikan dukungan melalui program bantuan aspal dari Dinas Pekerjaan Umum provinsi, sementara pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan pemerintah kabupaten.

Adapun terkait dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi penutupan, Emil menyatakan pemerintah akan melakukan kajian mendalam. Ia menegaskan pemerintah tidak akan abai, namun juga tidak ingin memberikan janji tanpa perhitungan matang mengingat besarnya anggaran proyek.

“Kami akan duduk bersama pemerintah kabupaten untuk merumuskan langkah yang tepat dalam meringankan beban warga terdampak. Hasilnya nanti akan disampaikan secara resmi,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan dan pengorbanan sementara yang harus dijalani masyarakat, pemerintah berharap dukungan dan pengertian semua pihak. Delapan bulan masa pengerjaan dinilai sebagai investasi waktu demi hadirnya jembatan yang lebih aman, lebih lebar, dan lebih tangguh untuk generasi mendatang.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.