Disparbudpora Bondowoso Matangkan Perencanaan Pariwisata Berbasis Data dan Masyarakat

oleh -629 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) terus mematangkan arah pembangunan pariwisata daerah. Saat ini, Disparbudpora tengah melakukan pemetaan internal sebagai dasar penyusunan grand design pariwisata Bondowoso ke depan.

Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa proses tersebut masih fokus pada evaluasi menyeluruh terhadap potensi dan kesiapan destinasi wisata yang dimiliki daerah.

“Saat ini kami masih melakukan pemetaan internal, termasuk mengevaluasi data tren kunjungan wisatawan serta kesiapan destinasi yang dimiliki. Evaluasi ini mencakup ketersediaan sarana dan prasarana penunjang, serta kesiapan sumber daya manusia,” ujarnya. Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, data hasil pemetaan pariwisata tersebut nantinya akan menjadi landasan utama dalam penyusunan grand design pariwisata Kabupaten Bondowoso. Dokumen perencanaan ini akan menjadi acuan dalam penyusunan anggaran, strategi promosi, hingga pengembangan agenda event pariwisata yang berbasis kearifan lokal.

Menurut Budi Gede, pembangunan kepariwisataan memiliki tujuan strategis, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, optimalisasi industri pariwisata yang melibatkan berbagai jenis usaha menjadi poin penting dalam pembangunan pariwisata ke depan.

“Kepariwisataan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, penguatan industri pariwisata, termasuk usaha-usaha pariwisata, menjadi fokus utama dalam arah pembangunan pariwisata Bondowoso,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan peran pemerintah daerah sebagai regulator sekaligus fasilitator dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata. Pemerintah berupaya membuka ruang dan peluang seluas-luasnya bagi pelaku usaha pariwisata untuk berkembang.

“Kami sebagai regulator dan fasilitator tentu mendorong pelaku usaha pariwisata di Bondowoso agar mampu menangkap peluang yang ada. Mulai dari usaha perhotelan, restoran, jasa pariwisata, transportasi, travel agent, UMKM, hingga berbagai usaha pariwisata lainnya yang berbasis masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Blitar Digoyang Gempa M 4,6, Warga Lari Keluar Rumah: “Tiba-Tiba Goyang!”

Selain itu, Disparbudpora juga memberi perhatian khusus pada penguatan pariwisata berbasis desa. Optimalisasi peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa-desa wisata dinilai menjadi kunci dalam pengembangan destinasi yang berkelanjutan.

“Pokdarwis merupakan ujung tombak pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Karena itu, optimalisasi peran Pokdarwis di desa-desa wisata terus kami dorong agar masyarakat dapat terlibat langsung sekaligus merasakan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata,” pungkasnya.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.