Pastikan Listrik Tidak Byar-Pet Selama Ramadan dan Idul Fitri, Wagub Jatim Cek Kesiapan PLN

oleh -903 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Wagub Emil cek kesiapan PLN selmaa Ramadan dan Idul Fitri memastikan listrik aman. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan pasokan listrik di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi untuk menghadapi Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepastian itu disampaikan Emil saat meninjau PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) serta Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur di Sidoarjo.

“Secara kapasitas daya, Jawa Timur aman dan sangat mencukupi untuk kebutuhan Ramadan hingga Idul Fitri,” kata Emil, Sabtu (21/2/2026).

Data PLN mencatat beban puncak tertinggi di Jawa Timur mencapai 2.036 megawatt (MW) pada subsistem Krian-Gresik. Sementara Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 2.638 MW, sehingga tersedia cadangan sekitar 602 MW atau 22 persen.

Untuk masa Siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI), PLN menyiapkan 22 posko dengan 1.207 personel di wilayah Jatim-Bali. Sistem kelistrikan ditopang 173 gardu induk, 394 unit trafo berkapasitas 29.195 MVA, serta jaringan transmisi sepanjang 8.329 kilometer sirkuit.

Meski cadangan daya mencukupi, Emil mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sistem. Pasalnya, tren beberapa tahun terakhir menunjukkan beban listrik selama Ramadan dan Idul Fitri justru turun hingga sekitar 30 persen dibanding hari normal.

“Listrik harus selalu seimbang. Saat beban turun drastis tanpa penyesuaian, tegangan bisa meningkat dan berisiko bagi sistem. Karena itu pengendalian harus real time,” ujarnya.

Ia juga menekankan penguatan jaringan transmisi di titik-titik dengan beban tinggi. Menurutnya, jika satu jalur padat mengalami gangguan, dampaknya bisa meluas.

Emil mengapresiasi rencana pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) di Waru untuk memperkuat sistem kelistrikan kawasan metropolitan Gerbangkertosusila yang selama ini bertumpu pada Krian dan Gresik.

Baca Juga :  Dibully karena Fashion, Sukses Bangun Brand Streetwear Berbasis Komunitas

Selain itu, ia mendorong optimalisasi jaringan melalui metode uprating tanpa membuka jalur baru di kawasan padat penduduk.

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga mempercepat pengembangan energi hijau, termasuk proyek panas bumi sekitar 34 MW serta rencana pembangkit listrik tenaga surya di Pasuruan dan Banyuwangi.

“Energi hijau bukan sekadar isu lingkungan, tapi kebutuhan industri untuk memperkuat daya saing Jawa Timur,” tegasnya.

Dengan cadangan daya yang memadai dan penguatan sistem yang terus dilakukan, Pemprov Jatim memastikan keandalan listrik tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Lebaran. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.