Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Dua Kali Awan Panas Guguran Capai 6 Km

oleh -834 Dilihat

KILASJATIM.COM, Lumajang, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Satria, mengatakan aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih tergolong tinggi. Hal itu ditandai dengan kejadian awan panas guguran (APG) yang terjadi berulang dalam periode pengamatan 1–14 Februari 2026.

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental pada Sabtu (14/2) teramati dua kali kejadian APG dengan jarak luncur mencapai 6.000 meter dari puncak ke arah tenggara,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Minggu.

Selain dua kejadian tersebut, selama periode 1–13 Februari 2026, awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur antara 2.500 hingga 4.000 meter, disertai aktivitas guguran material dari tubuh gunung.

Didominasi Gempa Letusan dan Guguran

Lana menjelaskan, aktivitas kegempaan Gunung Semeru saat ini didominasi gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan, serta tremor harmonik. Rekaman gempa tersebut mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan.

“Gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya suplai dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan embusan,” ujarnya.

Data pemantauan tiltmeter di Stasiun Tiltmeter Argosuko pada komponen radial juga menunjukkan adanya akselerasi atau perubahan yang cepat. Kondisi tersebut diinterpretasikan sebagai respons mekanik lokal pada sistem dangkal gunung api.

Status Tetap Level III (Siaga)

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Jonggring Seloko.

Selain itu, warga juga dilarang memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak. Jarak tersebut bahkan dapat meluas hingga 17 kilometer sepanjang aliran Besuk Kobokan, yang menjadi jalur utama luncuran awan panas.

Baca Juga :  Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral, Bondowoso Perkuat Langkah Menuju Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2026

Masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung.

Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat agar mematuhi rekomendasi resmi demi keselamatan bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.