KILASJATIM.COM,Bondowoso – Kegiatan reses yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso dari Fraksi PKB, H. Mahfid, S.Ag, Minggu (15/2/2026), menjadi ruang terbuka bagi warga Daerah Pemilihan (Dapil) III untuk menyuarakan berbagai aspirasi. Isu yang paling mengemuka adalah kondisi infrastruktur jalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat dari sejumlah wilayah di Dapil III secara umum menyampaikan harapan agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan. Mereka menilai kondisi sebagian ruas jalan saat ini sudah mengalami penurunan kualitas, sehingga berdampak pada kenyamanan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Mahfid menyebut, berdasarkan aspirasi dan pengamatan di lapangan, kerusakan jalan di wilayah tersebut mencapai kisaran 70 sampai 80 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, serta mobilitas masyarakat secara umum.
“Ketika jalan rusak, dampaknya bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyentuh roda ekonomi warga,” ungkapnya.
Ia menilai, keterbatasan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut belum optimal. Pasalnya, lima kecamatan di Dapil III tidak memiliki perusahaan rokok sebagai penyumbang dana cukai.
Meski demikian, Mahfid menegaskan bahwa pembangunan tetap berjalan, hanya saja belum mampu menjawab kebutuhan secara menyeluruh. Perbaikan yang dilakukan selama ini masih terbatas pada beberapa titik dengan skala pengerjaan yang relatif kecil.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar lebih serius memperhatikan kondisi Dapil III dan memasukkannya dalam skala prioritas pembangunan daerah.
“Pemerataan harus benar-benar dirasakan. Jangan sampai ada wilayah yang terus berada di posisi tertinggal,” tegasnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan, Mahfid berharap pemerintah tetap menempatkan infrastruktur dasar sebagai kebutuhan utama. Menurutnya, kebijakan penghematan tidak seharusnya mengorbankan sektor yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.
Reses tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penajaman program dan penganggaran ke depan, agar pembangunan jalan di wilayah Dapil III dapat dipercepat dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(wan)


