KILASJATIM.COM, Surabaya – Dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.204 orang meninggal dunia dan 140 orang masih dinyatakan hilang akibat rangkaian bencana tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, upaya pencarian korban masih berlangsung bersamaan dengan percepatan penanganan pengungsi.
“Total korban meninggal tercatat 1.204 jiwa, sementara korban hilang sebanyak 140 jiwa,” kata Abdul dalam keterangan pers, Selasa (3/2/2026).
BNPB mencatat hingga awal Februari 2026, sebanyak 105.842 warga masih berada di pengungsian. Pemerintah pusat dan daerah terus mendorong pemulihan kawasan permukiman agar warga dapat segera kembali menempati wilayah terdampak secara aman.
“Pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan supaya kondisi wilayah makin kondusif untuk dihuni kembali,” ujar Abdul.
Sejak 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026, BNPB telah menyalurkan 1.767,07 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak. Distribusi dilakukan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari udara, darat, hingga laut.
Rinciannya meliputi 56 sorti pesawat carter BNPB, 68 sorti pesawat Hercules, 55 armada truk, serta 7 kapal laut.
Selain pos logistik di tiap provinsi, BNPB juga mengandalkan Pos Logistik Sumatera Barat dan Aceh sebagai pusat distribusi regional. Dari Pos Logistik Sumbar, bantuan yang telah disalurkan mencapai 2.321,18 ton, sementara dari Pos Logistik Aceh sebanyak 2.186,2 ton.
Untuk mendukung kebutuhan dasar pengungsi, BNPB juga mengoptimalkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Hingga awal Februari 2026, sebanyak 18.938 rekening penerima telah siap, dengan bantuan yang sudah tersalurkan kepada 9.360 kepala keluarga.
Di sisi lain, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Pemerintah menargetkan percepatan penyelesaian huntara agar pengungsi dapat segera menempati tempat tinggal layak sebelum memasuki bulan Ramadan.
“BNPB bersama pemerintah daerah terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama selesai sebelum Ramadan,” pungkas Abdul. (cit)




