Pemilik rumah, Adi Sugiono, mengatakan pohon dengan diameter sekitar satu meter itu roboh setelah diterpa angin kencang. Badan pohon menimpa atap rumah miliknya dan sebagian bangunan toko tetangga.
“Ini faktor umur, sudah tua,” terangnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian tidak ada penghuni rumah yang tertimpa pohon. Meski demikian, kerusakan cukup parah terjadi pada bangunan yang terdampak.
Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan kejadian pohon tumbang tidak hanya terjadi di satu lokasi. Peristiwa serupa dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain, antara lain di Jembatan SPMA Kecamatan Tegal Ampel, Desa Kapuran Kecamatan Wonosari, Desa Selolembu Kecamatan Curahdami, depan Kantor KUA Kecamatan Wringin, serta beberapa lokasi lainnya.
“Jadi kami membagi beberapa tim untuk penanganan di berbagai titik, termasuk juga penanganan pascakejadian hilangnya warga di Desa Gentong,” ungkap Tugas.
Sebagian kejadian pohon tumbang tersebut menimpa rumah warga dan menyebabkan kerusakan berat. Untuk proses evakuasi dan penanganan, BPBD Bondowoso berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, antara lain Polsek, Koramil, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalan raya pada kondisi cuaca ekstrem dengan angin kencang, guna mengantisipasi potensi pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan.(wan)









