Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terbitnya sertifikat tersebut. Menurutnya, pengakuan ini menjadi sejarah tersendiri karena Durian Merah Banyuwangi merupakan produk IG pertama di Indonesia untuk kategori buah durian merah.
“Alhamdulillah, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Dan ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk durian merah,” kata Ipuk, Rabu (21/1/2026).
Ipuk mengapresiasi dukungan pemerintah pusat atas terbitnya sertifikat IG tersebut. Ia berharap pengakuan ini dapat menjadi sarana promosi sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, khususnya di Kecamatan Songgon yang selama ini dikenal sebagai sentra durian merah.
“Pengakuan IG ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menarik kunjungan wisata ke Banyuwangi,” tutur Ipuk.
Ia juga mengajak wisatawan untuk datang langsung ke Banyuwangi dan menikmati keunikan durian merah yang tidak dimiliki daerah lain.
“Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya. Karena durian merah Banyuwangi sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa Durian Merah Banyuwangi (Durio zibethinus L) memiliki keunikan yang membedakannya dari durian pada umumnya, terutama pada warna daging buah yang merah, cita rasa khas, serta aroma yang kuat.
“Kekhasan durian merah Banyuwangi terbentuk dari kombinasi faktor alam seperti tanah, iklim, dan ketinggian wilayah, serta pengetahuan lokal dan praktik budidaya yang diwariskan secara turun-temurun,” ujar Ilham.
Ia menyebutkan, durian merah Banyuwangi memiliki beberapa gradasi warna daging, antara lain merah, merah pelangi, dan merah semburat. Karakteristik fisik buah ini meliputi bentuk bulat hingga lonjong, kulit berwarna kuning kehijauan, jumlah juring antara 4 hingga 7, ketebalan daging 4,2–18,5 milimeter, serta porsi daging mencapai sekitar 41,7 persen.
“Dari sisi organoleptik, durian ini memiliki aroma yang kuat, rasa manis dan pahit yang seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi yang tinggi seperti antioksidan dan vitamin C, dengan kadar lemak yang relatif rendah,” jelas Ilham.
Lebih lanjut, Ilham mengungkapkan bahwa durian merah Banyuwangi tergolong jenis durian langka. Saat ini, baru tercatat enam pohon induk yang terdaftar dalam Indikasi Geografis, dengan perkiraan produksi rata-rata mencapai empat ton per pohon.
Durian Merah Banyuwangi berasal dari enam varietas unggul nasional, yakni Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan. Keenam varietas tersebut dibudidayakan di sejumlah wilayah di Banyuwangi, meliputi Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.
Dengan pengakuan Indikasi Geografis ini, Durian Merah Banyuwangi diharapkan semakin dikenal luas dan memiliki nilai tambah tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional.(zul)









