Pasar Banyuwangi Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Baru

oleh -3195 Dilihat
Pemkab Banyuwangi Saat Mengecek Progres Pembangunan Pasar Banyuwangi 

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memproyeksikan Pasar Banyuwangi sebagai ikon baru destinasi wisata kuliner daerah. Pasar yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran Rp125 miliar tersebut kini telah mencapai progres pembangunan sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026.

Progres pembangunan Pasar Banyuwangi hingga saat ini juga mencakup revitalisasi kawasan Asrama Inggrisan yang menjadi satu paket pekerjaan. Kehadiran pasar ini diharapkan mampu menghadirkan pasar tradisional berkonsep modern yang terintegrasi dengan sektor pariwisata Banyuwangi.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, mengatakan bahwa hasil pembangunan pasar sejauh ini dinilai telah sesuai dengan perencanaan. Menurutnya, Banyuwangi selama ini belum memiliki pasar tradisional modern yang ikonik dan mampu menunjang pengembangan sektor pariwisata.

“Ke depan, kami berharap pasar ini bisa menjadi destinasi baru, khususnya destinasi kuliner yang dapat beroperasi 24 jam, sehingga roda ekonomi bisa terus berputar,” ujar Bramuda saat meninjau lokasi pembangunan Pasar Banyuwangi, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menyiapkan konsep pengembangan Pasar Banyuwangi sebagai pasar tradisional modern yang terintegrasi dengan pusat kuliner. Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan pedagang pasar.

“Setelah bangunan diserahterimakan dari pemerintah pusat, kami berencana mengajak para pedagang untuk melakukan studi banding ke pasar modern di daerah lain,” ucapnya.

Bramuda menambahkan, apabila pembangunan selesai sesuai jadwal, pada awal Maret 2026 Pemkab Banyuwangi akan mengajak para pedagang untuk melakukan studi banding ke Kota Malang sebagai contoh praktik terbaik pengelolaan pasar yang bersih, tertata, dan nyaman. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan penataan layout pasar, pembagian blok, hingga proses penempatan pedagang.

Baca Juga :  Tukar Pengetahuan Birokrasi Digital Indonesia-Jepang, LAN RI Tunjuk Banyuwangi Jadi Narasumber

Dengan konsep modern dan terintegrasi dengan sektor pariwisata, Pasar Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.(zul)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.