Foto Istimewa
KILASJATIM.COM, Blitar – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Blitar resmi dimulai pada Januari 2026. Program nasional ini diharapkan menjadi harapan baru dalam memutus mata rantai kemiskinan, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Yudha Budiono, mengatakan saat ini pembangunan Sekolah Rakyat masih berada pada tahap awal, yakni pematangan lahan. Lokasi pembangunan berada di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.
“Proses pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan saat ini masih pada tahap pematangan lahan,” ujar Yudha, Minggu (18/1/2026).
Yudha menjelaskan, lahan yang digunakan merupakan aset milik Pemerintah Kota Blitar dengan luas sekitar 5 hektare. Setelah tahap pematangan lahan selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap fisik gedung sekolah.
Sekolah Rakyat nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendidikan yang memadai, mulai dari ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, asrama siswa, laboratorium, dapur, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Pembangunan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan tahapan yang telah direncanakan,” jelasnya.
Yudha menambahkan, pembangunan hingga operasional Sekolah Rakyat sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Sementara itu, Pemerintah Kota Blitar berperan dalam mendukung program tersebut dengan menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau kelompok desil 1, yakni 10 persen masyarakat dengan tingkat ekonomi terendah. Dengan sistem pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang layak sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.(har)



