4.716 Desa Mandiri di Jatim Disiapkan Jadi Fondasi Indonesia Maju 2045

oleh -690 Dilihat
oleh
Oplus_131072

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan transformasi ribuan desa mandiri menjadi desa berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia Maju 2045. Komitmen itu ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada peringatan Hari Desa Nasional 2026, Kamis (15/1).

Khofifah menyebut pembangunan desa harus menyentuh kebutuhan paling dasar sekaligus berorientasi jangka panjang. Saat ini, Jawa Timur memiliki 4.716 desa mandiri, terbanyak secara nasional.

“Desa mandiri di Jatim akan kami dorong naik kelas menjadi desa berkelanjutan,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Menurutnya, desa yang mampu mengelola potensi dan sumber daya lokal akan memberi dampak langsung pada peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kualitas hidup masyarakat.

Data Kementerian Desa PDTT melalui Kepmendes Nomor 343 Tahun 2025 mencatat Jawa Timur berada di peringkat pertama nasional jumlah desa mandiri. Secara nasional, terdapat 20.503 desa mandiri, dan sekitar 23 persen di antaranya berada di Jawa Timur.

Capaian tersebut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai motor percepatan pembangunan desa nasional. Namun, Khofifah menegaskan tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan status, melainkan memastikan keberlanjutan pembangunan.

Pembangunan desa berkelanjutan, kata Khofifah, mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi berbasis lokal, pelayanan kesehatan yang merata, serta perlindungan lingkungan.

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jatim menggulirkan sejumlah program strategis. Salah satunya Program Desa Berdaya yang sejak 2021 telah menjangkau 538 desa di 29 kabupaten/kota.

Program ini diarahkan untuk mengembangkan identitas dan potensi unggulan desa agar memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mengembangkan Program Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera (Dewi Cemara) yang telah diterapkan di 149 desa wisata. Program ini ditujukan untuk mempersempit kesenjangan desa dan kota melalui penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Baca Juga :  BMKG Juanda: Jawa Timur Didominasi Cuaca Cerah Berawan

Di sektor ekspor, Pemprov Jatim mendorong Program Desa Devisa untuk membuka akses pasar global bagi produk desa, terutama bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.

Khofifah menambahkan, penguatan desa juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan dunia usaha dan perguruan tinggi agar pembangunan desa lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Pada momentum Hari Desa Nasional, ia mengajak seluruh perangkat desa untuk memperkuat peran strategis desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional.

“Desa yang kuat dan berkelanjutan akan menjadi fondasi Indonesia Maju. Mari bangun desa bersama,” pungkasnya. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.