KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Mr. Ralf Beste, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (9/1/2025). Pertemuan perdana ini membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai infrastruktur transportasi publik, kesehatan, hingga pendidikan vokasi.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa terhadap pembangunan Jawa Timur. Salah satu bentuk konkret dukungan tersebut adalah keterlibatan KfW Development Bank dalam proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 rute Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo.
“Transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya harus dicarikan solusi. Insya Allah, proyek SRRL direncanakan mulai ground breaking pada 2027,” ujar Khofifah.
Ia optimistis keberadaan SRRL akan mempermudah mobilitas masyarakat Surabaya Raya, menekan biaya transportasi, sekaligus meningkatkan produktivitas. Proyek SRRL sendiri telah masuk dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 dan berproses sejak masuk Blue Book Bappenas 2020–2024.
Pada 30 Juni 2025, Pemprov Jatim dan KfW Development Bank telah menandatangani loan agreement senilai 297 juta euro. Proyek ini mencakup elektrifikasi dan jalur ganda sepanjang sekitar 22 kilometer di wilayah Surabaya, dengan proyeksi angkutan lebih dari 200 ribu penumpang per hari serta manfaat bagi lebih dari 1,3 juta penduduk pada dua tahun pertama operasional.
Selain infrastruktur, kerja sama juga diarahkan pada mitigasi pemanasan global dan perubahan iklim. Salah satu langkah konkret adalah kolaborasi penanganan sampah yang saat ini tengah berproses di TPA Supit Urang, Kota Malang.
Di sektor kesehatan, Khofifah mengapresiasi kontribusi teknologi dan alat kesehatan asal Jerman yang telah banyak digunakan di Jawa Timur. Ia berharap ke depan kerja sama tersebut dapat diperluas melalui program pendampingan atau mentoring dokter spesialis dari Jerman.
“Dengan dukungan teknologi kesehatan dan mentoring dokter spesialis, peran RSUD Dr. Soetomo sebagai international hospital akan semakin kuat,” tegasnya.
Tak kalah penting, sektor pendidikan vokasi juga menjadi perhatian. Menurut Khofifah, sistem pendidikan vokasi Jerman dikenal maju dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia berharap dapat dikembangkan program short course bagi guru dan siswa di Jawa Timur.
“Tujuannya menciptakan SDM yang siap bersaing secara global dengan keterampilan yang relevan. Dunia kerja membutuhkan skill, bukan hanya school,” katanya.
Senada dengan Gubernur Khofifah, Dubes Jerman H.E. Mr. Ralf Beste menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung pengembangan transportasi publik dan agenda perubahan iklim di Jawa Timur.
“Kami siap mendukung Jawa Timur dan Surabaya sebagai salah satu daerah dengan pengaruh besar sekaligus game changer di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Cooperation EU Delegation, Jerome Pons, menjelaskan bahwa Uni Eropa melalui strategi Global Gateway berkomitmen memperkuat kerja sama cerdas, bersih, dan aman di sektor digital, energi, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan penelitian. Selama empat tahun terakhir, Uni Eropa telah memobilisasi lebih dari 300 miliar euro investasi di sektor publik dan swasta.
“Melalui Global Gateway, kami ingin memberikan dampak transformatif dengan tetap menghormati standar sosial dan lingkungan tertinggi, termasuk di Jawa Timur,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, perwakilan Kedutaan Polandia, Jerman, Uni Eropa, KfW Development Bank, Netherlands Business Support Office (NBSO), serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jawa Timur.(FRI)
