Bernardo Tavares Tekankan Stabilitas Jadi Kunci Kebangkitan Persebaya

oleh -701 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa stabilitas menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan tim Bajul Ijo ke depan. Menurutnya, Persebaya sejatinya telah memiliki fondasi yang kuat, mulai dari fasilitas, lingkungan klub, hingga kepemilikan stadion sendiri, namun tetap membutuhkan konsistensi dan kesabaran untuk kembali meraih prestasi.

Bernardo menilai, stabilitas tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir pertandingan, melainkan juga menyangkut cara seluruh elemen klub—pemain, pelatih, manajemen, hingga suporter—menyikapi proses pembangunan tim. Ia menegaskan bahwa kekalahan dan kesalahan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan membentuk tim yang kompetitif.

“Persebaya, dari apa yang saya lihat, memiliki fasilitas yang bagus, lingkungan yang baik, dan stadion sendiri. Ini penting, karena tidak semua klub memiliki stadion. Namun, apa yang menurut saya paling dibutuhkan adalah stabilitas. Stabilitas dalam segala hal. Kami akan mengalami kekalahan, para pemain akan melakukan kesalahan, dan itu hal yang normal,” ujar Bernardo, Senin (5/1/2026).

Pelatih asal Portugal tersebut menekankan pentingnya pemahaman dari para suporter bahwa kemenangan tidak bisa diraih secara instan. Mengingat Persebaya terakhir kali meraih gelar juara pada 2004, ia menilai perubahan besar membutuhkan waktu dan harus dibangun secara bertahap.

Bernardo juga mengajak seluruh pihak untuk bersikap realistis dalam memandang persaingan liga yang semakin ketat. Sejumlah klub lain dinilainya memiliki kekuatan finansial dan kualitas pemain yang mumpuni, sehingga Persebaya perlu melangkah dengan perencanaan matang, bukan sekadar mengejar target jangka pendek.

“Penting bagi para pendukung untuk memahami bahwa agar kita bisa menang, harus ada pihak yang kalah. Dalam proses menuju kemenangan, terkadang kita juga harus menerima kekalahan. Karena itu, kita perlu membangun sesuatu secara bertahap, seperti membangun ‘bola salju’. Persebaya terakhir kali meraih gelar pada 2004, sekitar 22 tahun lalu. Jadi kita tidak bisa berharap semuanya berubah secara instan. Kita harus melangkah setahap demi setahap,” lanjutnya.

Baca Juga :  Persik Kediri Perpanjang Kontrak Kapten Tim Ezra Walian hingga 2029

Dalam kerangka stabilitas tersebut, Bernardo menilai keberlanjutan skuad menjadi faktor krusial. Persebaya, menurutnya, perlu mempertahankan pemain berkualitas, mendatangkan rekrutan yang tepat, serta memberikan ruang bagi pemain akademi untuk berkembang sebagai bagian dari regenerasi tim.

Ia juga menegaskan bahwa stabilitas hanya dapat terwujud apabila didukung oleh lingkungan yang positif, terutama saat pertandingan kandang. Dukungan penuh suporter di stadion dinilai menjadi faktor penting dalam memberikan kenyamanan dan motivasi bagi para pemain.

“Saat ini kita juga harus realistis melihat tim lain seperti Persib, Persija, Malut, dan klub-klub lainnya. Dewa United juga memiliki anggaran dan pemain yang bagus. Apa yang harus kita lakukan adalah mempertahankan pemain berkualitas, mencoba menemukan pemain baru yang tepat, dan pada saat yang sama melihat akademi,” tambahnya.

Bernardo menutup dengan menegaskan bahwa dirinya tidak datang dengan janji instan, melainkan menawarkan kerja keras dan proses berkelanjutan sebagai jalan bagi Persebaya untuk kembali menjadi klub besar yang disegani di kancah nasional.

“Penting memiliki pemain berpengalaman, tetapi juga pemain muda dengan ambisi segar yang ingin membuktikan diri. Karena tujuan sebuah klub adalah melahirkan pemain dari akademinya. Dari sanalah budaya klub dibangun,” tegas Bernardo.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.