KILASJATIM.COM, Surabaya – Persebaya Surabaya harus berbagi poin saat menjamu Dewa United pada laga pekan ke-19 Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu malam, 1 Februari 2026, berakhir dengan skor imbang 1-1.
Sejak awal babak pertama, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan pertahanan tim tamu. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, hingga akhirnya gol pembuka lahir pada menit ke-23 melalui skema serangan cepat yang diselesaikan Francisco Rivera.
Namun keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama. Dewa United mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-30 lewat Kafiatur Rizky. Setelah gol tersebut, tim tamu tampil lebih disiplin dan mampu memutus alur serangan Persebaya.
Situasi pertandingan berubah jelang turun minum setelah bek Dewa United, Nick Kuipers, mendapat kartu merah pada menit ke-37. Meski unggul jumlah pemain, Persebaya belum mampu menambah gol hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persebaya meningkatkan intensitas permainan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Rachmat Irianto dan Pedro Matos masuk menggantikan Milos Raickovic dan Toni Firmansyah untuk menambah kreativitas di lini tengah.
Pada menit ke-77, Koko Ari dan Mihailo Perovic turut dimasukkan guna menambah daya gedor. Persebaya terus menggempur pertahanan Dewa United, namun rapatnya barisan belakang tim tamu membuat peluang demi peluang tak berbuah gol.
Persebaya sempat mencetak gol kemenangan lewat sundulan Mihailo Perovic pada menit ke-90. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah melakukan peninjauan melalui VAR. Skor 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengapresiasi dukungan Bonek dan Bonita yang memadati stadion. Menurutnya, permainan tim secara umum sudah cukup baik, meski kurang efektif di babak kedua.
“Di babak pertama kami bermain bagus dan menciptakan banyak peluang. Namun di babak kedua, meski unggul satu pemain, kami kurang cepat memindahkan bola,” ujarnya usai pertandingan.
Tavares mengaku kecewa karena Persebaya gagal meraih kemenangan di kandang sendiri. Ia juga menyinggung keputusan VAR yang menganulir gol timnya tanpa ingin memperdebatkan lebih jauh.
“Saya melihat kami mencetak gol, tetapi VAR menganulirnya. Yang jelas, kami kehilangan dua poin di kandang,” ucapnya.
Sementara itu, kapten Persebaya, Bruno Moreira, menilai hasil imbang bukanlah capaian terbaik. Namun ia menegaskan seluruh pemain telah bekerja keras sepanjang pertandingan.
“Setiap pemain sudah berusaha untuk meraih tiga poin. Kami masih harus mencari cara agar bisa menang di pertandingan berikutnya,” katanya.
Tambahan satu poin membuat Persebaya naik ke posisi lima klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 32 poin. Selanjutnya, Persebaya dijadwalkan bertandang menghadapi Bali United pada 7 Februari 2026.(ara)




