Pemkab Jember Luncurkan Program Gerobak dan Rombong Mlijo Cinta, Perkuat Ekonomi Mikro

oleh -837 Dilihat
Pemkab Jember meluncurkan program Gerobak dan Rombong Mlijo Cinta. Foto: Pemkab Jember

KILASJATIM.COM, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meluncurkan program Gerobak dan Rombong Mlijo Cinta sebagai upaya memperkuat ekonomi mikro serta membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan. Program prioritas daerah tersebut resmi diluncurkan di depan Kantor Pemkab Jember, Jalan Sudarman, Rabu (31/12/2025).

Dalam program ini, Pemkab Jember menyiapkan total 2.500 unit sarana usaha, yang terdiri dari 2.300 rombong yang dilengkapi cooler box serta 200 unit gerobak. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp12,5 miliar, melalui mekanisme lelang yang dimenangkan oleh PT Bumi Syariah Utama.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, program Gerobak dan Rombong Mlijo Cinta merupakan wujud keberpihakan nyata pemerintah daerah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), serta pedagang keliling atau mlijo.

“Program ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada UMKM, PKL, dan sektor informal. Kita tahu, setiap kali krisis melanda, sektor ekonomi informal selalu menjadi penyangga utama perekonomian,” ujar Fawait.

Selain memberikan bantuan sarana usaha, Pemkab Jember juga menyiapkan berbagai program lanjutan bagi para penerima manfaat. Program tersebut meliputi pelatihan usaha, sertifikasi halal, hingga pendampingan keamanan pangan melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Ke depan, bisa kita rancang program lain, seperti subsidi bunga kredit UMKM agar pelaku usaha bisa mengakses pembiayaan tanpa bunga. Karena itu saya ingatkan, bantuan ini jangan dijual dan harus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jember, Sartini, menjelaskan bahwa pada peluncuran kali ini penerima manfaat yang hadir secara langsung berasal dari tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Pakusari, Sukorambi, Arjasa, dan Panti.

Baca Juga :  Bupati Banyuwangi Ingin Seniman dan Budayawan Berkolaborasi Majukan Seni Budaya Daerah

“Untuk 24 kecamatan lainnya, penyaluran dilakukan secara daring. Sebagian rombong bahkan sudah didistribusikan lebih dulu sejak sepekan lalu melalui masing-masing kecamatan. Kami titipkan di sana beserta data penerima,” jelas Sartini.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini tergolong tinggi. Hingga hari peluncuran, permohonan bantuan gerobak yang masuk ke Dinas Koperasi dan UKM Jember telah mencapai ratusan pengajuan.

“Bahkan dalam satu hari ini tercatat ada 78 permintaan baru. Rombong kami lengkapi dengan cooler box agar kualitas dagangan tetap terjaga, terutama untuk produk seperti daging, ikan, dan bahan segar lainnya,” tambahnya.

Untuk tahun 2026, Pemkab Jember berencana menambah jumlah bantuan dengan fokus lebih besar pada pengadaan gerobak sesuai kebutuhan pedagang kaki lima. Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas antara lain Kecamatan Rambipuji, Tanggul, Balung, Jenggawah, dan Ambulu.

Pendataan calon penerima bantuan akan dilakukan melalui dinas terkait, pendaftaran langsung, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Melalui program Gerobak dan Rombong Mlijo Cinta, Pemkab Jember berharap pelaku usaha kecil semakin berdaya, mampu meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.