KILASJATIM.COM, Lumajang – Pemerintah bersama petugas pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Semeru pasca terjadinya erupsi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan kondisi Gunung Semeru hingga Sabtu (27/12/2025) relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.
“Secara visual dan aktivitas, kondisi Gunung Semeru masih sama seperti kemarin pasca letusan,” ujar Isnugroho.
Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan bersama BPBD sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman lanjutan akibat aktivitas vulkanik.
“Pemantauan intensif akan dilakukan hingga 28 Desember 2025 sesuai arahan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” katanya.
Isnugroho menambahkan, berdasarkan prakiraan BMKG, pada periode 26 hingga 28 Desember 2025 terdeteksi pembentukan siklon tropis 93S yang berpotensi memicu angin kencang serta hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk kawasan Gunung Semeru.
“Kondisi ini perlu diwaspadai karena hujan yang turun di puncak maupun hulu aliran Sungai Besuk Semeru berpotensi memicu longsoran material vulkanik, terutama jika hujan terjadi dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama,” tutupnya.(den)









