Unusa Peduli Suplai Air Bersih dan Starlink ke RSUD Peusangan Raya, Aceh

oleh -557 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Krisis air bersih menjadi persoalan utama pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera pada akhir November lalu. Fasilitas umum, termasuk rumah sakit, terdampak lumpur dan keterbatasan sarana penunjang pelayanan kesehatan. Merespons kondisi tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melalui tim Unusa Peduli menyalurkan bantuan ke RSUD Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen, Rabu (24/12/2025). Bantuan yang diberikan meliputi instalasi air bersih lengkap dengan tandon, perangkat internet satelit Starlink, mesin genset, serta obat-obatan.

Ketua Pelaksana Unusa Peduli, Ahmad Syafiuddin, mengatakan kehadiran tim Unusa merupakan bagian dari aksi kemanusiaan sekaligus wujud peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada situasi darurat bencana. “Sejak awal kami bertekad membantu sesuai kemampuan. Jenis bantuan yang kami bawa disesuaikan dengan kebutuhan lapangan yang kami peroleh langsung dari tim satuan tugas bencana gabungan dan pihak rumah sakit,” ujar Ahmad Syafiuddin.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD Peusangan Raya dr. Agusnaidi, didampingi Kepala Seksi Pelayanan dr. Dara Farasina, Kepala Seksi Penunjang Ns. Faridhal, serta bendahara barang Kamariah S.Kom. Penyerahan bantuan juga disaksikan Ketua IDI Cabang Bireuen dr. Zumrida Sp.B, FINACS, FICS.

dr. Zumrida yang juga menjabat Ketua Tim Satgas Bencana Gabungan menegaskan RSUD Peusangan Raya memiliki peran strategis dalam penanganan korban banjir. Rumah sakit ini tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga berfungsi sebagai posko utama, lokasi pengungsian sementara, dan pusat koordinasi penanganan bencana. “Dukungan fasilitas penunjang dari Unusa Peduli sangat tepat sasaran dan akan berdampak langsung pada keberlangsungan pelayanan kesehatan. Air bersih, listrik cadangan, dan akses internet merupakan kebutuhan mendesak dalam situasi seperti ini,” kata dr. Zumrida.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp 9.000, Lepas dari Rekor Tertinggi Jadi Rp2,596 Juta/gram

Sementara itu, dr. Dara Farasina menjelaskan bahwa sejak banjir melanda, RSUD Peusangan Raya mengalami keterbatasan pasokan air bersih. Kondisi tersebut diperparah dengan masih adanya warga yang mengungsi di area rumah sakit. “Kebutuhan air bersih menjadi sangat mendesak, baik untuk pelayanan kesehatan maupun proses pembersihan dan perbaikan fasilitas rumah sakit pascabanjir,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim Unusa Peduli bersama pihak rumah sakit juga meninjau langsung sejumlah titik yang membutuhkan dukungan instalasi air bersih. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan operasional RSUD Peusangan Raya dapat kembali berjalan optimal di tengah upaya pemulihan pascabencana.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.