Unusa Gandeng Kampus Jepang Bahas Transformasi AI

oleh -372 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya  – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjajaki kerja sama dengan Kyoto Computer Gakuin (KCGI) Jepang dalam pengembangan artificial intelligence (AI) untuk transformasi pendidikan tinggi. Penjajakan kolaborasi internasional tersebut berlangsung dalam kuliah tamu bertema AI architecture in higher education yang digelar di Auditorium Unusa, Surabaya.

Dalam pemaparannya, Ananda Nepal menjelaskan perkembangan AI telah mengubah sistem pendidikan tinggi, termasuk dalam pengakuan kredit akademik melalui pembelajaran mandiri berbasis sertifikat digital. “Sertifikat digital tersebut nantinya dapat diverifikasi menggunakan sistem berbasis AI untuk memastikan keaslian dokumen, kesesuaian materi, serta relevansinya dengan capaian pembelajaran di perguruan tinggi,” terang  Prof. Ananda Nepal.

Ia menjelaskan, mahasiswa kini dapat memperoleh kompetensi dari berbagai platform pembelajaran global maupun pelatihan industri profesional. Setelah diverifikasi AI, proses akademik tetap ditinjau fakultas dan dosen sebelum kredit atau SKS diberikan. “Universitas tidak lagi menjadi satu-satunya tempat mahasiswa mendapatkan kredit akademik, tetapi menjadi lembaga yang mengakui kompetensi dari berbagai sumber pembelajaran,” lanjutnya.

Selain itu, Prof. Ananda Nepal juga memaparkan pemanfaatan AI untuk mengubah aktivitas akademik menjadi konten digital edukatif seperti podcast, video pembelajaran, hingga micro-credentials yang dapat diakses masyarakat luas.

Dalam sesi diskusi, ia menawarkan peluang kerja sama antara KCGI Jepang dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, joint courses, serta kolaborasi riset bidang teknologi dan AI.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unusa, Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto, menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi internasional harus memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika, khususnya dalam memperkuat kompetensi global di era transformasi digital.

Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto juga berharap kerja sama dengan KCGI Jepang dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen Unusa untuk mendalami pengembangan AI dan teknologi pendidikan masa depan.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.