KILASJATIM.COM, Pasuruan – Gagasan Empat Pilar Kebangsaan yang dirintis almarhum Taufiq Kiemas saat menjabat Ketua MPR RI periode 2009–2014 hingga kini dinilai masih relevan sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan menjadi kompas penting bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, baik sosial, ekonomi, maupun kebangsaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Mufti Anam saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 14 Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri beragam unsur masyarakat, mulai dari kalangan santri, generasi muda, perempuan, hingga pelaku usaha.
Menurut Mufti, Empat Pilar Kebangsaan mampu menjadi pegangan dalam menjaga arah pembangunan bangsa agar tetap maju dan berkeadaban. Ia mencontohkan bagaimana bangsa Indonesia mampu melewati masa sulit, seperti pandemi Covid-19, melalui semangat gotong royong yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Kita sudah membuktikan bahwa dengan berpegang pada empat pilar kebangsaan, bangsa ini bisa bertahan dan bangkit dari berbagai krisis,” ujar mantan Ketua HIPMI Jawa Timur itu.
Ia menambahkan, Empat Pilar Kebangsaan memiliki keterkaitan erat dengan jati diri bangsa Indonesia karena bersumber dari nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. “Empat pilar ini tidak datang dari luar, melainkan tumbuh dari karakter dan kepribadian bangsa sendiri,” kata pengurus GP Ansor tersebut.
Mantan aktivis IPNU itu juga menyoroti peran Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Menurutnya, Pancasila lahir dari pemikiran Bung Karno yang menggali nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Indonesia, sebagaimana disampaikan dalam pidato bersejarah 1 Juni 1945.
“Pancasila sangat relevan untuk kehidupan saat ini, terutama bagi generasi muda. Nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan saling membantu harus terus ditumbuhkan. Jangan sampai ada tetangga yang kesulitan hidup tanpa uluran tangan kita,” pungkas Mufti. (JAK)
