Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Tapteng, Pastikan Bantuan BBM dan Pemulihan Layanan

oleh -510 Dilihat
oleh
Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Bandara Sisingamangaraja XII, Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), sebelum menemui warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Senin (1/12/2025). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Ia mengatakan banyak warga masih mengalami guncangan akibat bencana yang menelan puluhan korban jiwa itu.

“Mereka masih dalam kondisi syok. Pemerintah sudah berupaya sebaik mungkin,” ujar Prabowo saat memberi keterangan di Bandara Sisingamangaraja XII, Tapanuli Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo memastikan pemerintah akan segera menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) ke kawasan terdampak. Ia juga menyebut pemulihan layanan dasar terus dikejar, mulai dari listrik hingga akses desa yang sebelumnya terisolasi.

“Prioritas sekarang bagaimana bantuan, terutama BBM, bisa segera masuk. Listrik sebentar lagi akan menyala, dan beberapa desa terisolasi mudah-mudahan segera bisa ditembus,” katanya.

Prabowo menegaskan tidak memberikan arahan khusus kepada BNPB dan Basarnas. Menurutnya, kedua lembaga sudah bekerja sesuai prosedur dan kondisi di lapangan berangsur membaik. “Situasi membaik, dan kondisi saat ini sudah cukup baik,” ujarnya ketika ditanya soal kemungkinan status darurat bencana tingkat provinsi.

Tapanuli Tengah menjadi kawasan dengan dampak terparah. Data BNPB per Minggu (30/11/2025) pukul 17.00 WIB mencatat 73 orang meninggal dunia, 104 orang hilang, dan 508 orang luka-luka. Akses menuju wilayah ini kini hanya dapat ditempuh melalui jalur udara dari Tapanuli Utara.

Jalur darat Terutung–Sibolga belum dapat dilalui karena sejumlah titik masih tertutup material longsor.

Sementara itu di Tapanuli Selatan, BNPB melaporkan 52 korban meninggal, 48 orang hilang, dan 58 orang luka-luka. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan situasi di wilayah tersebut relatif lebih kondusif. Akses darat terbuka dan layanan vital seperti listrik, internet, serta air bersih masih berjalan.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.