Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa program tersebut menyasar peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, termasuk santri di pesantren serta ibu hamil dan balita. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Pembangunan bangsa dimulai dari kualitas manusianya. Anak-anak kita harus mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh optimal dan mampu bersaing di masa depan,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pelaku usaha lokal. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal guna mendukung perekonomian daerah sekaligus menjaga kualitas dan keberlanjutan pasokan.
Selain meningkatkan status gizi anak, program ini diharapkan mampu menekan angka stunting, mengurangi beban ekonomi keluarga, serta mendorong pemerataan kesejahteraan. Pemerintah memastikan pengawasan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan target menjangkau 80,2 juta penerima, Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program sosial terbesar dalam sejarah Indonesia. Pemerintah optimistis kebijakan ini akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas generasi penerus bangsa dan memperkuat fondasi pembangunan nasional dalam jangka panjang.(pur)