Harga Cabai di Jatim Melonjak, Sembako Lain Cenderung Stabil

oleh -946 Dilihat
oleh
(Foto: Ilustrasi-dok/kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Harga sembako di Jawa Timur kembali bergerak tidak stabil. Pada Selasa (18/11/2025), seluruh jenis cabai tercatat mengalami kenaikan, sementara komoditas lain cenderung stagnan tanpa penurunan berarti.

Fluktuasi harga bahan pokok ini menjadi perhatian karena langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Pemantauan rutin diperlukan agar masyarakat bisa menyesuaikan belanja harian di tengah dinamika harga yang sulit diprediksi.

Sembako sendiri mencakup sembilan kebutuhan dasar rumah tangga seperti beras, gula, minyak, daging, telur, susu, bawang, hingga garam dan elpiji. Selain itu, komoditas dapur seperti cabai juga menjadi indikator penting karena sering memicu lonjakan biaya masak harian.

Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim pukul 09.37 WIB mencatat kenaikan pada semua jenis cabai.

  • Cabai rawit merah naik paling tinggi sebesar 9,04% atau Rp 2.712, menjadi Rp 32.706/kg.
  • Cabai merah keriting naik 3,20% atau Rp 1.465, menjadi Rp 47.209/kg.
  • Cabai merah besar ikut menguat ke Rp 51.272/kg.

Kenaikan serentak ini menambah tekanan pada pengeluaran dapur, terutama bagi pedagang kecil dan rumah tangga yang mengandalkan cabai sebagai bahan masakan utama.

Komoditas lain relatif bertahan. Beras premium berada di Rp 14.818/kg, gula kristal putih Rp 16.304/kg, dan minyak goreng curah Rp 18.600/kg.
Harga daging sapi paha belakang tercatat Rp 118.929/kg, sementara daging ayam ras Rp 35.238/kg dan telur ayam ras Rp 28.013/kg.

Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, garam halus berada di Rp 9.449/kg, bawang merah Rp 37.370/kg, bawang putih Rp 29.983/kg, serta elpiji 3 kg di Rp 19.736.

Dengan kondisi harga yang cenderung fluktuatif dan kenaikan cabai yang cukup signifikan, masyarakat diimbau lebih aktif memantau perubahan harga harian agar pengeluaran tetap terkontrol. Pemerintah daerah juga diminta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar untuk menekan potensi kenaikan lanjutan.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.