Pengemudi ojol membuang BBM yg diambil dari tanki kendaraannya ke dalam selokan di Jl Pemuda Jumat (31/10/2025) (kilasjatim.com/ist)
KILASJATIM.COM, Surabaya – Disinyalir tidak hanya pertalite yang menjadikan kendaraan brebet, pengguna Pertamax harus merasakan hal yang sama. Pada Jumat pagi (31/10/2025) di kawasan Jl Pemuda Surabaya terlihat sejumlah pengemudi ojek online berhenti. Ternyata kendaraan mereka brebet dan mogok.
Dari pengemudi yang berhenti ini terlihat memompa isi tangki yang dimasukkan ke dalam botol mineral.
“Terlihat jelas kan ini ada campuran airnya. padahal saya isi Pertamax bukan pertalite karena beberapa hari terakhir pertalite kan bermasalah. Ternyata isi Pertamax nasibnya juga sama,” keluh pengemudi ojol sembari membuang isi BBM dalam botol ke dalam lobang selokan.
Hal yang sama juga dialami pengemudi ojol lainnya lantaran kendaraannya mogok.
“Awalnya saya ngisi Pertalite, itu sudah brebet. Saya ganti isi Pertamax, nggak lama motor langsung brebet dan mogok juga. Saya pikir awalnya karburator kotor, tapi ternyata bukan,” kata Parlin (34), salah satu driver ojol, di depan gedung operator di kawasan Jl Pemuda Jumat (31/10/2025).

Salah seorang pengemudi ojol terlihat menuangkan BBM Pertamax ke dalam bool bekas mineral. (kilasjatim.com/ist)
Parlin mempertanyakan “kenapa kualitas BBM Pertamina seperti ini, sebagai pengemudi ojol dengan kendaraan saya seperti ini kan tidak bisa narik,” keluh pengemudi berambut gondrong tersebut.
Parlin tak sendiri. Keluhan serupa juga datang dari rekan-rekan ojol lain yang biasa mengisi bahan bakar. Mereka bahkan sempat melakukan “tes tabung” alias uji sederhana untuk memastikan isi bensin.
“Pas saya tuang ke botol dan dicampur air, kelihatan banget ada lapisan airnya. Harusnya nggak kayak gitu. Artinya ada campuran air,” lanjutnya dengan nada kecewa.
Akibat kejadian itu, sejumlah pengendara memilih beralih ke SPBU swasta yang dianggap lebih aman.
“Sekarang banyak yang takut isi. Motor kita kan modal kerja. Kalau rusak gara-gara bensin campur air, siapa yang tanggung?” tukas Fauzi dengan nada kesal. (nov)




