Semeru Erupsi Enam Kali dalam Semalam, Kolom Abu Capai 700 Meter

oleh -291 Dilihat
oleh
(Foto: PVMBG)

KILASJATIM.COM, Lumajang – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi sebanyak enam kali pada Selasa (21/10/2025) pagi. Tinggi kolom abu terpantau mencapai 700 meter di atas puncak, atau sekitar 4.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan erupsi pertama terjadi pukul 00.20 WIB dan berlanjut beberapa kali hingga menjelang pagi. Letusan terbesar tercatat pukul 05.32 WIB, disusul erupsi lain pada pukul 05.53 WIB.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung,” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berstatus Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara — terutama di sepanjang Besuk Kobokan — dalam radius 8 kilometer dari puncak.

Di luar zona utama tersebut, warga juga diminta tidak mendekat dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar yang bisa meluas hingga 13 kilometer dari kawah.

PVMBG juga melarang aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak, mengingat potensi lontaran batu pijar dan guguran lava.

Masyarakat di sekitar lereng diminta tetap siaga terhadap awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan awan panas dan lahar hujan di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujar Liswanto.

Baca Juga :  10 BTS Terdampak  Erupsi Gunung Semeru, Telkomsel Pastikan Layanan Komunikasi Berjalan Normal

Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat aktivitas vulkanik tersebut. Namun, PVMBG terus memantau kondisi gunung secara intensif dan mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.