KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meningkatkan insentif riset dan pengabdian masyarakat hingga lebih dari tiga kali lipat pada 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari percepatan menuju kampus berkelas dunia.
Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat M.Kom., Ph.D., menyebut total investasi riset kini mencapai 7,7 atau naik lebih dari 200 persen dibandingkan sebelumnya. “Ini bentuk dorongan nyata agar dosen lebih aktif dalam penelitian dan pengabdian. Hambatan-hambatan yang selama ini ada akan kita cari solusinya,” terang Supangat.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar implementasi Surat Keputusan Rektor 2026, tetapi bagian dari strategi akselerasi kampus. Ia menegaskan, percepatan pengembangan perguruan tinggi ditentukan oleh kepemimpinan, implementasi, kolaborasi, serta komitmen seluruh sivitas akademika. “Kalau ingin cepat berkembang, komitmen itu harus menjadi pengali utama. Tanpa itu, akselerasi sulit tercapai,” tegas Supangat.
Langkah ini juga diarahkan untuk meningkatkan posisi Untag Surabaya di tingkat global, dengan target masuk tahapan World Class University dan fokus awal memperkuat daya saing di Asia.
Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi M.Si., Ak., CA., CTA., mengatakan kenaikan anggaran menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produktivitas dosen. “Dengan dana yang naik tiga kali lipat, maka penelitian dan pengabdian juga harus meningkat seirama,” kata Slamet.
Ia mengakui, minat riset dosen masih menjadi tantangan, terutama pada program studi yang belum unggul dan dosen baru. Untuk mengatasinya, LPPM menyiapkan klinik penulisan proposal serta pendampingan pengajuan hibah. “Kalau dosen ingin meningkatkan jabatan akademik, otomatis penelitian dan pengabdian juga harus meningkat. Itu yang terus kami dorong,” jelasnya.
Saat ini, lebih dari 60 persen program studi di Untag Surabaya telah berstatus unggul. Kampus optimistis kebijakan ini mampu mempercepat peningkatan kualitas riset sekaligus memperkuat daya saing di tingkat internasional.(tok)




