KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Timur pada Selasa, 14 Oktober 2025, akan didominasi kondisi cerah hingga berawan.
Meski relatif bersahabat, warga diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan memantau pembaruan informasi secara berkala.
Di tengah musim kemarau, BMKG mengingatkan masyarakat agar melindungi diri dari paparan sinar matahari, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan. Suhu udara di Jawa Timur diperkirakan berkisar antara 15 hingga 35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara bervariasi antara 40–98 persen.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca berawan diprediksi terjadi di sebagian besar kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri, Jember, hingga Madiun.
Beberapa wilayah pesisir seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Sumenep berpotensi mengalami cuaca cerah sepanjang hari, sementara sebagian daerah pegunungan seperti Pacitan, Trenggalek, dan Batu diperkirakan diselimuti kabut atau udara kabur pada pagi hari.
Untuk wilayah perkotaan, Surabaya diperkirakan berawan dengan suhu mencapai 27–34°C dan kelembapan 46–86%, sedangkan Kota Batu akan lebih sejuk dengan suhu 17–24°C.
Wilayah daratan seperti Ngawi dan Kota Madiun berpotensi menjadi yang terpanas, dengan suhu maksimum mencapai 36–37°C.
BMKG mengingatkan, meski secara umum cuaca terlihat stabil, potensi perubahan suhu dan kelembapan tetap perlu diantisipasi, terutama di daerah rawan kabut atau asap.
Kondisi udara yang kabur di beberapa wilayah dapat mengurangi jarak pandang, sehingga pengendara diimbau berhati-hati saat melintas pada pagi dan malam hari.
“Pantauan cuaca harian penting untuk menjaga kesiapan aktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian, transportasi, dan pariwisata,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi Info BMKG, atau media sosial lembaga tersebut. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi perubahan mendadak, termasuk cuaca ekstrem lokal yang dapat muncul di tengah musim kemarau.(cit)



