BPS Catat Inflasi Jatim September 2025 Capai 2,53 Persen

oleh -1092 Dilihat

Debora Sulistya Rini, Statistik Ahli Madya BPS Jatim.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat hingga September 2025, laju inflasi di Jatim cukup tinggi mencapai  2,35 persen. Angka ini menunjukkan tren kenaikan harga barang dan jasa yang cukup stabil di sebagian besar wilayah Jatim.

Debora Sulistya Rini, Statistik Ahli Madya BPS Jatim, dalam paparannya menjelaskan  inflasi year on year (y-o-y) pada September 2025 tercatat 2,53 persen dengan IHK 108,90.

 “Dibanding daerah lain, Banyuwangi mengalami inflasi tertinggi, sementara Kabupaten Gresik paling rendah,” ujarnya Rabu  (01/10/25)

Menurutnya, kenaikan harga ini dipicu oleh peningkatan indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran. Paling besar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 4,36 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak signifikan sebesar 11,09 persen.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,80 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,33 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,45 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,12 persen; kelompok transportasi sebesar 0,05 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,16 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,71 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,76 persen.

Selain itu, inflasi juga terdorong oleh kelompok pakaian dan alas kaki (0,80%), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (1,33%), perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga (0,45%), kesehatan (2,12%), transportasi (0,05%), rekreasi, olahraga, dan budaya (1,16%), pendidikan (1,71%), serta penyediaan makanan/minuman atau restoran (1,76%).

Adapun satu kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,54 persen.

Baca Juga :  BPS Catatkan Nilai Ekspor di Jatim Meningkat 2,52 Persen

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,54 persen,” jelasnya.

Ditambahkan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) Provinsi Jawa Timur bulan September 2025 masing-masing sebesar 0,23 persen dan 1,67 persen.

Lebih lanjut, Debora menambahkan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Jawa Timur pada September 2025 tercatat sebesar 0,23 persen, sementara secara year to date (y-to-d) mencapai 1,67 persen.

“Data ini menjadi gambaran penting untuk melihat dinamika harga di Jawa Timur, sekaligus menjadi dasar evaluasi dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah,” pungkasnya. (nov)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.