Kemenpar: Pariwisata Berkontribusi Positif terhadap Ekonomi Nasional pada Triwulan I 2026

oleh -361 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyatakan sektor pariwisata memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang Triwulan I 2026. Capaian tersebut ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, belanja turis asing, hingga lonjakan perjalanan wisatawan domestik.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan performa sektor pariwisata hingga Maret 2026 menunjukkan ketahanan industri di tengah dinamika global.

“Secara keseluruhan, pencapaian sektor pariwisata pada bulan Maret 2026 merupakan prestasi yang membanggakan dan membuktikan resiliensi pariwisata Indonesia,” ujar Widiyanti, Sabtu (9/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan atau naik 10,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 984.769 kunjungan.

Secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, kunjungan wisman meningkat 8,62 persen dibandingkan Triwulan I 2025. Pemerintah pun menerapkan strategi adaptif untuk mengantisipasi potensi penurunan kunjungan akibat situasi geopolitik di Timur Tengah dengan menyasar pasar alternatif.

Hasilnya, jumlah wisatawan asal kawasan Oseania tumbuh 19,32 persen, Asia Tenggara naik 18,84 persen, serta kawasan Asia lainnya meningkat 8,03 persen secara tahunan pada Maret 2026.

Selain peningkatan jumlah wisatawan, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan atau Average Spending per Arrival (ASPA) Triwulan I 2026 tercatat mencapai 1.345,61 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp22,87 juta. Angka tersebut meningkat 5,36 persen secara year-on-year.

Kementerian Pariwisata menegaskan akan terus mengembangkan produk dan paket wisata berkualitas guna memperkuat dampak ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dari sektor pariwisata nasional.

Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami lonjakan signifikan. Pada Maret 2026 tercatat sebanyak 126,34 juta perjalanan atau meningkat 42,10 persen dibandingkan Maret 2025. Kenaikan tersebut dipicu momentum libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri serta meningkatnya konsumsi masyarakat.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, 40 Pejabat Pemkab Sidoarjo Ikuti Pelatihan Kepemimpinan

Secara kumulatif Januari–Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 319,51 juta perjalanan atau naik 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada Maret 2026 tercatat sebanyak 793.158 perjalanan, meningkat 36,26 persen dibandingkan Maret 2025.

Meski demikian, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri. Kondisi tersebut mencatat surplus 0,30 juta kunjungan pada Maret 2026 dan surplus 0,94 juta kunjungan secara kumulatif selama Triwulan I 2026.

Pemerintah menilai kondisi itu mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 sendiri tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Sektor pariwisata diperkirakan menyumbang sekitar 4,01 hingga 5 persen terhadap perekonomian nasional berdasarkan estimasi BPS dan Office of Chief Economist Bank Mandiri.

Sejumlah lapangan usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata juga menunjukkan pertumbuhan positif, di antaranya sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 13,14 persen dengan nilai Rp172,7 triliun, jasa lainnya tumbuh 9,91 persen senilai Rp136,4 triliun, transportasi dan pergudangan naik 8,04 persen menjadi Rp378,3 triliun, serta jasa perusahaan tumbuh 4,91 persen senilai Rp122 triliun.

Widiyanti menegaskan capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan global terhadap destinasi wisata Indonesia sekaligus memperlihatkan peran strategis sektor pariwisata dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.