KILASJATIM. COM, Surabaya – Warga Dukuh Karangan, Surabaya, kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi, sebuah ritual budaya yang diwariskan turun-temurun untuk merawat adat leluhur di tengah modernisasi kota.
Perayaan tahun ini dimulai dengan karnaval budaya pada Minggu, 14 September 2025. Setiap RT menampilkan kreasi bertema Film, Bunga, Sejarah, Daur Ulang, dan Nusantara. Parade itu tidak sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda, sekaligus wadah mencari bibit koreografer dan desainer kostum.
“Sedekah Bumi bukan hanya tentang melestarikan tradisi, tapi juga memberi ruang bagi anak muda untuk berkreasi,” ujar Cak Kusnan, pegiat seni sekaligus penggerak kegiatan ini pada kilasjatim.com, Sabtu (13/9/2025).
Rangkaian acara berlanjut dengan pengajian umum pada 18 September, pagelaran wayang kulit pada 19 September, dan ditutup dengan pementasan ludruk pada 20 September. Pementasan ludruk kali ini menghadirkan bintang tamu seniman kondang seperti Cak Kartolo, Ning Tini, dan Cak Jadi Galajapo.
Cak Kusnan menegaskan, tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud syukur warga Karangan atas rezeki bumi yang mereka pijak. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Surabaya, Polrestabes, dan DPRD yang turut menyokong jalannya acara.
Di tengah kota besar yang kian modern, Sedekah Bumi Karangan menjadi pengingat bahwa akar budaya tetap penting untuk dijaga. “Tradisi ini adalah cara kami merawat adat, adab, dan warisan leluhur,” tambahnya. (cit)




