Khofifah Minta Warga Bijak di Medsos dan Jaga Perdamaian

oleh -829 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya serta Dankodaeral2/Surabaya di Mapolda Jatim, Selasa (2/9)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan situasi keamanan di wilayahnya telah berangsur kondusif pasca kericuhan yang sempat terjadi di sejumlah daerah. Hal itu disampaikan saat memimpin apel dan doa bersama di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (2/9/2025).

Apel bertajuk Potensi Masyarakat Jawa Timur untuk Kamtibmas yang Kondusif ini diikuti 1.595 personel dari TNI, Polri, pemerintah daerah, ormas, organisasi pemuda, hingga kelompok lintas agama. Turut hadir Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, serta Dankodaeral Laksamana Muda TNI Ali Triswanto.

“Syukur Alhamdulillah, berkat kerja keras Polri, TNI, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat, Jawa Timur kini kondusif. Kehadiran kita pagi ini menunjukkan komitmen untuk memilih jalan persatuan melalui dialog dan doa bersama,” ujar Khofifah.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada warga terdampak kerusuhan. Menurutnya, peristiwa itu menjadi pengingat bahwa perdamaian harus terus dijaga. “Tidak ada satu pun pihak yang menginginkan keresahan, namun ujian ini menyadarkan kita betapa pentingnya memperjuangkan kedamaian,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jatim menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3/3432/013.1/2025 tentang pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban. Surat edaran ini menginstruksikan penguatan sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat; pengamanan objek vital; pencegahan keterlibatan pelajar; serta pengaktifan kembali peran RT/RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak, khususnya pelajar SMA dan SMK, untuk mencegah mereka terprovokasi dalam aksi yang menimbulkan keresahan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menambahkan, kolaborasi semua pihak menjadi kunci menciptakan keamanan. “Mari kita bergandengan tangan menjaga kamtibmas, agar Jawa Timur dan Indonesia tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Fokuskan Program 3 Juta Rumah Tanpa Mengorbankan Lahan Produktif

Apel dan doa bersama ini diakhiri dengan komitmen bersama menjaga persatuan, sekaligus menandai langkah baru memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat di Jawa Timur.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.