Kolaborasi KPwBI, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya  Ciptakan New Source of Growth

oleh -1290 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Perhelatan akbar Java Coffee and Flavors Fest 2025 yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya yang digelar pada tanggal 23-25 Agustus 2025 di Kawasan Kota Lama Surabaya mengusung tema “Crafting Futures Through Local Flavors” berakhir .

Pada penyelenggaraan JCFF kali ini  tidak hanya berfokus pada komoditas kopi, namun turut menjadi etalase komoditas potensial ekspor lainnya, yaitu cokelat, dan rempah.  Dipilihnya kawasan Kota Lama Surabaya untuk even penyelenggaraan untuk pertama kalinya diadakan di tahun 2025, setelah sebelumnya diselenggarakan di Jl. Tunjungan.

Pemilihan Kota Lama Surabaya sejalan dengan upaya Bank Indonesia untuk mendukung branding Kota Lama sebagai icon pariwisata Kota Surabaya maupun Jawa Timur, yang di dalamnya juga terdapat Museum De Javasche Bank.

Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang hadir bersama Gubernur Jawa Timur, menyampaikan perlunya mengeksplorasi potensi komoditas kopi, cokelat, dan rempah di tengah terbukanya pasar global. Tercatat 86 persen ekspor kopi Jawa dikirim melalui pelabuhan di Jawa Timur, dengan kontribusi hampir 48 persen dari total produksi kopi Jawa.

“Gerbang Baru Nusantara ini sangat mungkin diwujudkan, karena potensi kopi Jawa Timur luar biasa.  Tidak hanya kopi, permintaan cokelat global juga terus meningkat. Destry mencontohkan fenomena “cokelat Dubai” yang viral, padahal bahan bakunya banyak berasal dari Indonesia,” ujar Destry seraya menambahkan  hal ini merupakan peluang besar bagi Jawa Timur untuk memperkuat hilirisasi pangan.

“Amerika dan Eropa sangat antusias dengan produk kopi dan cokelat kita. Tantangannya ada pada kapasitas produksi UMKM yang masih terbatas. Kualitas tidak diragukan, tapi kuantitas harus ditingkatkan,” jelasnya.

Baca Juga :  SIG -  BTN Kolaborasi Bangun Rumah Terjangkau dan Ramah Lingkungan

Bank Indonesia, berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan mendorong UMKM agar siap bersaing di pasar global. Dukungan itu diberikan melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Pada Festival JCFF 2025 mencatat geliat ekonomi yang signifikan. Jika pada penyelenggaraan 2024 transaksi hanya mencapai Rp 38 miliar, tahun ini nilainya melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp 100 miliar.

“Ke depan, mari kita tingkatkan produksi kopi, cokelat, dan rempah. Komoditas ini akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tapi harus kita olah. Hilirisasi pangan adalah prioritas untuk Indonesia maju,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga launching QRIS Tap sebagai bentuk upaya memberikan kemudahan dan kecepatan proses pembayaran digital dimana pengguna tak lagi harus memindai QR Code saat bertransaksi.

Selama 3 hari penyelenggaraan, rangkaian JCFF yang meliputi Business Matching, Showcasing UMKM, Talkshow, Workshop, Competition, Fashionpreneur, Fashion Show, dan Semarak JCFF, telah melibatkan lebih dari 60 UMKM Kopi, Cokelat, dan Rempah dari binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia seluruh Jawa, serta UMKM binaan Pemerintah Kota Surabaya. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.