78 Ribu Anak di Sumenep Jalani Imunisasi Campak-Rubela, Gubernur Khofifah Dorong Cakupan Imunisasi Campak-Rubela Capai 95%

oleh -981 Dilihat
oleh
(Foto: Frizal/dok kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Imunisasi serentak campak dan rubela di Kabupaten Sumenep sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di wilayah tersebut.

Vaksin tersebut ditargetkan untuk diberikan kepada 78.569 anak berusia sembilan bulan hingga enam tahun. Imunisasi ini dilaksanakan di 26 puskesmas dan tiga rumah sakit di Sumenep, termasuk RSUD dr. H. Moh. Anwar. Selain vaksin, vitamin A juga didistribusikan untuk memperkuat daya tahan tubuh anak.

Dengan dimulainya imunisasi serentak, Gubernur Khofifah Indah Parawansah berharap seluruh anak di Sumenep bisa terjangkau dan mendapatkan vaksin MR (Measles and Rubella) yang telah dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Dinas Kesehatan Sumenep.

“Kami berharap seluruh anak bisa terjangkau. Kalau ada yang belum diimunisasi, harus dilakukan penjangkauan aktif oleh kader posyandu dan tenaga kesehatan tingkat desa. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga kami minta untuk ikut membantu memberikan informasi agar tidak ada anak yang terlewat,” katanya kepada wartawan di Surabaya.

Pelaksanaan imunisasi massal ini dilakukan secara kolaboratif dengan dukungan Kementerian Kesehatan, UNICEF, WHO, dan Komite Ahli Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Khofifah menargetkan cakupan imunisasi minimal mencapai 95 persen agar tercipta kekebalan kelompok atau herd immunity.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kesehatan anak, mengenali gejala campak sejak dini, serta memperkuat daya tahan tubuh anak dengan vitamin A.

“Semua pihak harus terlibat. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi kerja bersama untuk melindungi anak-anak dari penyakit menular,” ujarnya.

Penetapan KLB campak di Sumenep terjadi setelah tercatat 2.035 kasus suspek campak sejak awal tahun hingga Agustus 2025. Sebanyak 17 anak dilaporkan meninggal dunia, di mana 16 di antaranya belum pernah mendapatkan imunisasi dan satu anak tidak lengkap imunisasi. Situasi ini mendorong pemerintah untuk bergerak cepat melalui program ORI.

Baca Juga :  Agar Juru Parkir Sesuai Aturan, Dishub Kota Malang Lakukan Pembinaan

Program ORI ini diharapkan dapat mengendalikan penyebaran campak dan memastikan seluruh anak di Sumenep mendapatkan hak mereka atas imunisasi lengkap. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.