Usai Jukir Liar Ditertibkan, ‘Pak Ogah’ Kemudian

oleh -1186 Dilihat
oleh
Foto: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi/dok kilasjatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Usai menertibkan juru parkir (jukir) liar di minimarket atau toko modern. Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menetibkan sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) atau yang dikenal sebagai ‘Pak Ogah’.

Menurut Eri, kehadiran Pak Ogah kerap menambah kemacetan alih-alih membantu lalu lintas. “Saya sendiri merasakan, ketika mau belok malah tambah macet,” ujar Eri, Sabtu (23/8/2025).

Penertiban tersebut akan digabungkan dengan program penanganan parkir liar. Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sudah mulai memetakan lokasi-lokasi keberadaan Pak Ogah. Selanjutnya, mereka akan dipanggil untuk didata dan diarahkan mendapat pekerjaan.

“Kalau mereka warga Surabaya, akan kami tarik ke program Padat Karya agar punya pekerjaan yang lebih layak. Sosialisasi sudah mulai berjalan,” jelas Eri.

Eri mengakui, keberadaan Pak Ogah tidak lepas dari kebutuhan ekonomi. Namun, praktik itu sering menimbulkan masalah di jalan.

“Kadang saya miris, kenapa masih ada warga yang harus bekerja seperti itu. Pendapatannya kecil, hidupnya juga susah. Di sisi lain, mereka kadang meminta uang, dan kalau ada pengendara tidak terima malah bikin tambah macet,” ujar Eri yang pernah menjabat Kepala Bappeko Surabaya ini.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat melapor ke Pemkot jika mendapati Pak Ogah di jalanan, agar segera ditertibkan petugas Dishub.

“Tujuan kami bukan sekadar menertibkan, tapi juga memberi solusi agar mereka bisa hidup lebih baik,” pungkas politisi PDIP Surabaya.

Baca Juga :  DPRD Surabaya Soroti Program Dandan Omah yang Dinilai Belum Merata