Antrean Truk di Situbondo-Ketapang Mengular, TNI AL Siap Kerahkan KRI

oleh -1315 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Situbondo – Kemacetan panjang kembali terjadi di jalur Pantura Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (24/7/2025). Antrean kendaraan—terutama truk dan tronton—mengular hingga belasan kilometer, dipicu padatnya arus penyeberangan ke Bali serta pengetatan pengawasan muatan kapal.

Situasi ini tak hanya memicu keluhan pengemudi, tetapi juga memunculkan usulan agar TNI AL mengerahkan kapal perang (KRI) untuk mempercepat distribusi logistik. Namun, Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V), Laksamana Pertama Arya Delano, menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan komando atas.

“Untuk sementara kami menunggu arahan lanjutan. Saat ini, kondisi masih bisa diatasi dengan armada ferry milik ASDP,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7/2025).

Laksma Arya menambahkan, TNI AL bersama Forkopimda Banyuwangi terus memberikan dukungan lapangan, terutama dalam pengaturan lalu lintas dan kelancaran operasional pelabuhan selama 24 jam secara bergantian. TNI AL, Kodim, Polres, dan personel Lanal Banyuwangi dikerahkan bergiliran di lapangan.

Kemacetan yang terjadi, kata Arya, merupakan imbas dari kebijakan baru KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan). Aturan ini diterapkan sebagai respons atas insiden tenggelamnya kapal akibat kelebihan muatan beberapa waktu lalu, yang menewaskan puluhan orang.

“Sekarang muatan tiap kapal diawasi ketat. Prosedur loading harus sesuai kapasitas. Akibatnya, waktu tunggu kendaraan, terutama truk dan tronton, jadi lebih lama. Inilah yang menyebabkan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang.” ungkapnya.

BMKG mencatat, ada 19 kapal ferry ASDP yang beroperasi saat ini. Sebanyak 11 unit dikhususkan untuk truk dan kendaraan berat, sementara 8 unit lainnya melayani bus serta kendaraan pribadi.

“Untuk kendaraan pribadi dan bus sudah mulai lancar. Tapi truk-truk besar masih menunggu giliran,” tambah Arya.

Baca Juga :  Dari Hinaan Berujung Perkelahian, Terdakwa Dimintai Miliaran Rupiah untuk Damai

Pengetatan prosedur muatan juga memperpanjang proses bongkar-muat di pelabuhan. Meski begitu, Arya optimistis kondisi akan membaik dalam beberapa hari ke depan.

“Situasi ini memang butuh kesabaran. Tapi kami yakin, dalam waktu dekat akan terkendali dan kembali berjalan sesuai jadwal,” pungkasnya. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.