KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebuah kisah pilu kembali viral di media sosial setelah empat orang anak menyerahkan Siti Fatimah ibu kandung mereka ke panti jompo Griya Lansia Husnul Khotimah, Malang.
Lukman Arif (39), satu dari emapt anak yang menerahkan ibu kandungnya mengaku tidak sanggup merawat orang tua kandungnya.
Dalam video yang diunggah akun @aslisuroboyo tampak pemilik Griya Lansia, Arif Camra dipembuka video mengingatkan agar tidak bersedih dan berkecil hati.
“Hari ini ada serah terima ibu secara total ke Griya Lansia oleh 4 anak kandungnya,” katanya.
Penyerahan seorang ibu ini terjadi pada Selasa (15/7/2025) di kawasan Perlis Utara, Surabaya.

“Hari ini, saya menerima satu lansia secara total oleh 4 anak kandung yang tidak bersedia merawat ibunya. Jadi setelah Maghrib kami akan membawa beliau ke Griya Lansia, Malang. Issyaallah kami akan merawat beliau dengan baik dengan layanann gratis 100 persen dan jika beliau meninggal akan kami makamkan di Griya Lansia, Malang,” ungkap Arief.
Video yang berdurasi 4 menit 34 detik ini, Arif juga sempat melakukan interogasi serta negosiasi ulang kepada salah satu anak yang menyerahkan ibunya ke panti jompo.
“Dari cerita, kan sampean 4 orang bersaudara, mosok gak ono seng ngeramut ibuk’e, Meski luar pulau masa gak iso urunan, maksude membiayai (Masa tidak ada yang mau merawat ibu. Meski di luar pulau tidak bisa urunan, maksudnya membiayai),” tanya Arief pada Lukman.
Dari percapakan itu, seluruh anak yang menyerahkan ibunya tetap bertekad bulat untuk menyerahkan orang tuanya secara total ke panti jompo.
Bahkan, pemilik Griya Lansia ini juga sempat memberikan ultimatum jika ibu yang akan akan di rawatnya meninggal dunia, pihak keluarga tidak akan diberitahu. Sang anak tetap pendiriannya untuk menyerahkannya.
“Di Griya Lansia itu sebenarnya, tidak boleh untuk yang masih punya anak, tapi berhubung keempat anak ini tidak ada titik temu siapa yang mau merawat. Ssaya siap merawat dengan catatan, serah terima total, sampean tidak boleh mengunjungi dan tidak dikabari kalau meninggal, setuju apa tidak.,” ujar Arief Camra.
Tidak hanya itu, Arif Camra juga mengatakan jika dikemudian hari, penyerahan ibunya kepada Griya Lansia menjadi perbincangan dan menjadi viral, pihak keluarga tidak akan menuntut kepada pihaknya.
“Mas saya tanya sekali lagi, apa tidak dipertimbangkan ulang, apa sudah mantab dengan serah terima total ini? Tidak berubah pikiran ya. Kalau misalkan jadi ramai di media sosial, sampean tidak boleh protes ke saya,” pungkasnya. (cit)

