Ibu Lansia Viral di Surabaya Tak Dibuang, Ini Penjelasan Pemkot

oleh -937 Dilihat
oleh
Foto : Pemilik Griya Lansia menggendong ibu yang diserahkan 4 anaknya ke panti jompo. (Foto : cuplikan layar @aslisuroboyo)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sempat ramai di media sosial terkait ibu kandung berinisial SF (65) ‘dibuang’ asal Surabaya dititipkan ke Griya Lansia di Malang beberapa waktu lalu.

Membuat Pemkot langsung bergerak turun tangan dan menegaskan dari hasil pendekatan humanis serta persuasif jika sang anak sama sekali tidak ada niat untuk merelakan ibu kandungnya dirawat di panti jompo.

“Dari hasil pendekatan kami yang langsung mendatangi rumah anak dari SF, sang anak hanya ingin ibunya ada yang merawat dan berkecukupan. Dinaman sang anak yang selama ini merawat terhimpit ekonomi,” kata Muhammad Januar Rizal Camat Pabean Cantian dalam keterangannya melalui sambungan telepon dengan kilasjatim.com, Jumat (18/7/2025).

Januar menjelaskan, kondisi ekonomi Lukman sang anak selama ini hanya menumpang di rumah sepupunya yang beralamat di Perlis Utara dan merawat SF ibu kandungnya yang terkena stroke.

“Dari data kami, SF ini masuk dalma kategori keluarga miskin dan menerima Program Keluarga Harapan serta Bantuan Langsung Tunai serta permakanan dari warga melalui program Kampung Madani,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar video dari pemilik Griya Lansia Arief Camra yang akan menjemput seorang ibu di Perlis Utara, Surabaya karena 4 orang anaknya tidak sanggup merawat dan menyerahkan secara total ke panti jompo yang dikelolanya.

Penyerahan total dalam hal ini, pihak keluarga SF tidak akan diberi kabar jika sang ibu meninggal maupun sakit tidak akan diberi kabar pihak Griya Lansia serta tidak diperkenankan menjenguk. Disebabkan Griya Lansia merupakan sebuah yayasan yang diperuntukkan bagi lansi yang hidup sebatang kara.

Baca Juga :  DPRD Surabaya Soroti Program Dandan Omah yang Dinilai Belum Merata

No More Posts Available.

No more pages to load.