KILASJATIM.COM, Surabaya – Alasan sang anak sampai tega menyerahkan ibu kandungnya ke panti jompo Griya Lansia, karena keadaan ekonomi serta tidak ada satu pun dari empat bersaudara yang mau merawat.
Lukman Arief (39) satu dari empat bersaudara mengaku dirinya bersama tiga saudara lainnya tidak mampu dan mau merawat ibunya karena keadaan ekonomi.

Alasan ini terungkap saat pemilik Griya Lansia berusaha membujuk agar keinginan menyerahkan ibunya ke Griya Lansia dipikirkan ulang.
“Mboten wonten (tidak ada yang mau mengurus), kondisi kulo tidak ada rumah, sedangkan mbak saya di luar pulau dan adik saya ada gangguan kesehatan (Tidak ada yang mau mengurus, kondisi saya tidak punya rumah),” ujar Lukman Arief saat melakukan wawancara bersama pemilik Griya Lansia Arief Camra yang diunggah akun @aslisuroboyo.
Bahkan Arief Camra, pemilik Griya Lansia, berusaha membujuk serta agar dipertimbangkan lagi sebelum ibunya dibawa. Lukman tetap bersikukuh pada pendiriannya untuk menyerahkan secara total ibunya ke panti jompo yang dikelola Yayasan Griya Lansia Husnul Khotimah.
“Iya mas saya satuju,” jawab Lukman.
Tak hanya itu, saat Arief Camra memberikan ultimatum untuk tidak protes maupun menuntutnya jika dikemudian hari, penyerahan ibunya ke Griya Lansia menjadi ramai di media sosial.
Lukman Arif pun tetap dengan pendiriannya. “Iya mas saya siap,” jawabnya.
Sebelum membawa ibu ke Griya Lansia untuk mendapat perawatan, Lukman Arief juga tampak terburu-buru membubuhkan tanda tangan di surat pernyataan sebagai tanda penyerahan total yang artinya pihak keluarga tidak diperkenankan menjenguk serta jika sang ibu meninggal tidak akan diberitahu.
“Dibaca dulu pelan-pelan, benar sudah dibaca dan dipahami?,” tanya Arief Camra kepada Lukman sebelum tandatangan surat pernyataan. (cit)


