Polda Jatim Ungkap 3.000 Kasus Narkoba dalam 6 Bulan, 49 Kg Sabu dan 7 Juta Pil Disita

oleh -699 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Semester 1/2025, Polda Jatim mengungkap lebih dari 3 ribu kasus narkotika hingga obat keras dan berbahaya. Puluhan kilogram sabu serta 7 juta butir pil diamankan dari belasan tersangka.

Adapun barang bukti yang disita selama enam bulan terakhir yakni:

  • 49,05 kg sabu-sabu
  • 2.860 butir ekstasi
  • 1.077.840 butir pil karnopen
  • 5.688.600 butir obat keras dan berbahaya (okerbaya)

Seluruh temuan ini diumumkan dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Rabu (9/7/2025), dengan para tersangka dihadirkan mengenakan kaus oranye dan tangan terborgol, dikawal ketat petugas.

“Seluruh barang bukti ini merupakan hasil pengungkapan selama semester pertama 2025. Total ada 19 tersangka dari berbagai jaringan narkotika,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast.

Sebagian barang bukti dimusnahkan langsung usai konferensi pers, menggunakan mesin insinerator milik BNNP Jatim. Proses pemusnahan mencakup sabu, karnopen, hingga ribuan pil keras lainnya.

Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Robert Da Costa mengungkapkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berasal dari tujuh kasus, melibatkan tujuh tersangka, termasuk tiga perkara lama dari 2024 yang telah inkrah.

“Total ada lebih dari 3.000 kasus dengan 3.876 tersangka selama enam bulan. Jika dikonversi, barang bukti yang diamankan telah menyelamatkan sekitar 1,2 juta jiwa dari ancaman narkoba,” tegas Robert.

Menurut Robert, Jawa Timur masih menjadi salah satu pasar utama peredaran narkotika. Jaringan yang beroperasi di wilayah ini tak hanya berskala nasional, tapi juga melibatkan sindikat internasional.

“Modus semakin beragam, dan peredaran makin masif. Ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda yang harus kita hadapi bersama.” ungkapnya.

Robert juga menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, pendidikan, dan komunitas, mutlak diperlukan.

Baca Juga :  Ungguli MIT dari Amerika, Barunastra ITS Kembali Pertahankan Juara Dunia Kali ke-5

“Perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga tanggung jawab moral kita semua. Kita harus selamatkan anak-anak bangsa dari penjajahan narkotika yang merusak fisik dan mental generasi penerus,” pungkas Robert. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.