KILASJATIM.COM, Jakarta – Liga 1 musim 2024-2025 telah usai dengan drama pahit bagi PSS Sleman dan Barito Putera. Kedua tim dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan, meskipun mampu meraih kemenangan di pertandingan terakhir mereka pada Sabtu (24/5) sore WIB.
PSS Sleman bertarung habis-habisan dalam laga hidup mati melawan Madura United di Stadion Bangkalan. Demi bertahan di kasta tertinggi, Super Elja sangat membutuhkan tiga poin penuh dan berharap hasil buruk dari klub lain.
Babak pertama berjalan menjanjikan bagi PSS, mereka berhasil unggul 2-0 berkat gol-gol dari Betinho dan Tocantins. Di babak kedua, dominasi PSS berlanjut dengan gol tambahan dari Cirino di menit ke-80, mengunci kemenangan 3-0 atas Madura United.
Sayangnya, kemenangan impresif ini gagal menyelamatkan PSS dari zona degradasi. Mereka harus puas finis di posisi ke-16 dengan koleksi 34 poin. Angka ini tak mampu mengejar perolehan Madura United yang mengakhiri Liga 1 di posisi ke-15, batas aman degradasi, dengan 36 poin. Asa Super Elja untuk tetap berkompetisi di Liga 1 harus pupus di laga terakhir.
Pil pahit serupa juga harus ditelan oleh Barito Putera. Bertandang ke markas PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Laskar Antasari berhasil meraih kemenangan 2-1. Gol kemenangan ini terasa getir karena pada saat yang bersamaan, Semen Padang juga berhasil meraih kemenangan di laga lainnya.
Alhasil, kemenangan Barito Putera menjadi sia-sia. Mereka dipastikan harus menemani PSIS Semarang turun kasta ke Liga 2 untuk musim 2025-2026. Perjuangan keras menanti mereka musim depan jika ingin kembali bersaing di kompetisi teratas sepak bola Indonesia.
Dengan demikian, PSS Sleman dan Barito Putera kini harus bersiap menghadapi tantangan berat di Liga 2, berjuang untuk kembali ke Liga 1 di musim-musim mendatang.(dra)









