Ledakan Detonator di Garut Tewaskan 13 Personel, TNI AD Lakukan Investigasi

oleh -771 Dilihat

Foto Istimewa – Kepada Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana

KILASJATIM.COM, Jakarta – Insiden tragis terjadi saat kegiatan pemusnahan amunisi milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5). Ledakan mendadak dari sebuah lubang pemusnahan menyebabkan 13 orang meninggal dunia, mayoritas merupakan personel TNI AD.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menjelaskan bahwa ledakan terjadi saat proses pemusnahan detonator usai pelaksanaan penghancuran amunisi.

Menurut Wahyu, kegiatan pemusnahan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan dilakukan oleh jajaran Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD. Sebelum kegiatan dimulai, seluruh personel dan lokasi telah melalui prosedur pengecekan keamanan.

“Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman,” jelas Wahyu.

Dalam tahap awal, dua lubang sumur dibuat dan digunakan untuk memusnahkan amunisi. Proses peledakan berlangsung aman dan sesuai prosedur. Namun, insiden terjadi ketika tim mulai memusnahkan detonator yang sebelumnya digunakan dalam peledakan amunisi.

“Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang,” ujar Wahyu.

Ledakan itu menewaskan 13 personel di lokasi. Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD setempat untuk penanganan lebih lanjut.

TNI AD menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa proses investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengungkap penyebab utama ledakan.

“Kami pastikan, investigasi mendalam akan dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab insiden ini,” tegas Wahyu.

Kegiatan pemusnahan amunisi merupakan bagian dari upaya rutin TNI AD untuk mengelola stok amunisi kedaluwarsa agar tidak membahayakan.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.